JEPARA – Tradisi Sedekah Bumi di Desa Senenan, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, dimanfaatkan sebagai strategi memperkuat solidaritas sosial sekaligus menopang keberlanjutan industri furnitur berbasis masyarakat yang menjadi tulang punggung ekonomi desa tersebut.
Pemerintah Desa (Pemdes) Senenan menggelar rangkaian Sedekah Bumi selama empat hari, mulai 19 hingga 22 April 2026, dengan menggabungkan kegiatan budaya, hiburan rakyat, dan keagamaan. Agenda ini tidak hanya menjadi bentuk rasa syukur masyarakat, tetapi juga sarana menjaga harmoni antarwarga di tengah dinamika industri ekspor furnitur.
Kepala Desa (Kades) Senenan Mulyono menegaskan bahwa tradisi tersebut memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan antara kemajuan ekonomi dan nilai budaya lokal. “Sedekah bumi ini adalah bentuk semangat kebersamaan, guyub rukun, dan gotong royong. Kami berharap kegiatan ini membawa kemakmuran, kesejahteraan, serta kemajuan bagi seluruh masyarakat Desa Senenan,” ujarnya, sebagaimana dilansir Liputan7, Senin (20/04/2026).
Rangkaian kegiatan disusun dengan memadukan unsur seni dan religi, meliputi karnaval budaya, pertunjukan tayub, pagelaran wayang kulit oleh dalang Ki Didik, serta pengajian akbar yang menghadirkan penceramah dari Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo, Kediri. Puncak acara dijadwalkan berlangsung pada 22 April 2026.
Di sisi lain, Desa Senenan dikenal sebagai salah satu pusat industri furnitur dan seni relief ukir di Jepara, dengan mayoritas warganya berprofesi sebagai perajin. Aktivitas ekspor yang berkembang di wilayah ini menjadikan desa tersebut sebagai bagian penting dalam rantai perdagangan furnitur global.
Mulyono menambahkan bahwa tradisi Sedekah Bumi menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tetap menjaga identitas budaya di tengah arus industrialisasi. “Melalui sedekah bumi, kami ingin masyarakat tetap kompak dan berswadaya. Kekuatan utama desa ini adalah kreativitas seni relief dan ukirnya. Tradisi ini mengingatkan kita untuk tidak melupakan akar budaya di tengah kemajuan industri ekspor yang ada,” tambahnya.
Melalui sinergi antara pelaku industri, seniman, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi Senenan sebagai pusat furnitur unggulan berbasis kearifan lokal. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara