SELANGOR – Otoritas pengembangan pekebun kecil menargetkan nilai penjualan hingga RM30 juta melalui strategi ritel modern berbasis desa guna memperkuat ekonomi masyarakat pedesaan secara berkelanjutan.
Pihak Berkuasa Kemajuan Pekebun Kecil Perusahaan Getah (RISDA) menetapkan target tersebut dalam Pelan Strategik RisSMart 2030 yang diluncurkan bersamaan dengan peresmian RisSMart Grocer di Urban Eats@Kwasa Damansara, Selangor, pada Minggu (19/4/2026).
Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah melalui Kementerian Kemajuan Desa dan Wilayah (KKDW) dalam memperkuat pembangunan desa yang terintegrasi dengan sektor perdagangan modern, sekaligus mendukung agenda ekonomi desa nasional.
Dalam keterangannya, RISDA menyebutkan bahwa lembaga tersebut terus memainkan peran penting dalam memberdayakan sekitar 508.000 pekebun kecil, tidak hanya pada sektor komoditas, tetapi juga mencakup kewirausahaan, agromakanan, hingga pemasaran produk.
“RISDA terus memainkan peranan signifikan dalam memperkasa kira-kira 508,000 pekebun kecil getah di seluruh negara, bukan sahaja dalam sektor komoditi. Malah, merangkumi keusahawanan, agromakanan, pemasaran dan penerokaan peluang ekonomi baharu bagi memastikan sumber pendapatan lebih pelbagai, stabil dan mampan,” demikian pernyataan RISDA sebagaimana dilansir Sinar Harian, Minggu, (19/04/2026).
Melalui pelan strategis tersebut, RISDA menargetkan pembangunan ekosistem ritel yang komprehensif, meliputi penyediaan 1.000 variasi produk usahawan desa, pengembangan 25 produk jenama RisSMart, serta pembukaan 50 outlet domestik dan lima outlet global, termasuk 15 sistem waralaba.
Selain itu, RISDA juga merancang pembangunan pusat distribusi, hab pemrosesan, serta basis data terintegrasi untuk mendukung sistem pemasaran berbasis teknologi, logistik, dan digitalisasi.
Pembukaan RisSMart Grocer dinilai sebagai langkah strategis dalam memperluas akses pasar bagi produk desa melalui konsep ritel modern yang menghubungkan produsen langsung dengan konsumen.
Hingga saat ini, sebanyak 265 variasi produk dari usahawan binaan RISDA telah dipasarkan, mencakup produk segar, beku, dan kebutuhan harian. Jumlah tersebut ditargetkan terus meningkat seiring penguatan kapasitas pelaku usaha desa.
RISDA juga menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi pelaku usaha, mulai dari aspek penjenamaan, pengemasan, pemenuhan standar keamanan pangan, sertifikasi halal, hingga strategi pemasaran dan manajemen rantai pasok.
Melalui anak usahanya, RISDA Agrifood Industries Sdn. Bhd. (RAFI), RISDA kini mengoperasikan 14 outlet RisSMart24 dan tiga outlet RisSMart Butchery sebagai bagian dari ekspansi ritel berbasis komunitas.
Penguatan ekosistem RisSMart diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat desa, membuka lapangan kerja, serta memperkuat daya saing produk lokal di pasar domestik maupun global. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara