MAJALENGKA – Program inklusi keuangan mulai menyasar desa wisata. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon menetapkan Desa Gunung Kuning, Kecamatan Sindang sebagai desa Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI), sekaligus memberikan pelatihan manajemen keuangan bagi warga guna mendorong kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.
Peresmian program EKI digelar di kawasan wisata Situ Cipanten pada Rabu (16/4/2026) dengan melibatkan perbankan, pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Langkah ini menjadi upaya konkret memperluas akses masyarakat desa terhadap layanan keuangan formal.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Majalengka Rahmat Kartono menilai, pengembangan wisata Situ Cipanten telah berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi warga. Oleh karena itu, dukungan akses keuangan dinilai penting agar potensi tersebut dapat berkembang lebih optimal.
Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib menegaskan, kehadiran program ini bertujuan memperkuat sektor ekonomi masyarakat desa melalui dukungan lembaga keuangan resmi. “Sehingga nantinya akan mempermudah masyarakat, ” ucapnya, sebagaimana dilansir Macakata, Sabtu, (18/4/2026).
Sementara itu, Bupati Majalengka Eman Suherman menyebut program EKI tidak hanya membuka akses pembiayaan, tetapi juga menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pinjaman ilegal seperti bank emok dan pinjaman online ilegal.
“Desa Gunung Kuning ini jadi percontohan bagi desa lain di Majalengka. Bisa jadi nanti percontohan tingkat nasional, ” ujarnya.
Ia menambahkan, kekuatan Desa Gunung Kuning terletak pada sektor wisata dan pertumbuhan UMKM yang dinilai mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa. Program ini juga menyasar peningkatan kapasitas perempuan dalam mengelola keuangan keluarga.
“Program ini menyasar kalangan peran perempuan dalam mengelola keuangan keluarga,” Ungkapnya.
Pengelola wisata Situ Cipanten Yosep turut mengapresiasi program tersebut. Ia mencatat, kunjungan wisata sepanjang 2025 melampaui target, dari 1.500 menjadi lebih dari 2.000 pengunjung. Tahun ini, target ditingkatkan menjadi 3.000 pengunjung.
“Tahun ini kita targetkan tiga ribu pengunjung, ” ucapnya.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, OJK, dan sektor perbankan, program ini diharapkan mampu memperkuat literasi keuangan masyarakat desa sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan berbasis potensi lokal. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara