SRAGEN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) mengerahkan layanan kesehatan hewan ternak berbasis jemput bola hingga ke kandang warga untuk memastikan jutaan ternak tetap sehat dan aman dari penyakit menjelang Iduladha 2026.
Langkah ini diwujudkan melalui program Kesehatan Hewan Keliling atau healing yang digelar di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen. Program tersebut dirancang untuk menjaga stabilitas produksi daging sekaligus mendukung kebutuhan pangan nasional.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyatakan bahwa populasi ternak di wilayahnya mencapai 6,3 juta ekor dan menjadi kekuatan utama dalam menopang kebutuhan daging nasional. “Populasi ternak kita besar sekali, mencapai 6,3 juta ekor. Kami ingin pastikan tidak ada penyakit ternak ditemukan, apalagi sebentar lagi Iduladha,” ujar Luthfi saat meninjau layanan healing di Desa Krikilan, Rabu (15/4/2026), sebagaimana dilansir Idn Times, Kamis, (16/4/2026).
Program ini dijalankan oleh Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Jateng dengan menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan ternak secara gratis langsung di lokasi peternak. Layanan tersebut meliputi pemeriksaan penyakit, pengobatan, vaksinasi, pemberian vitamin, hingga pemeriksaan ultrasonografi (USG) pada hewan ternak.
Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan pakan kepada peternak, khususnya di wilayah terdampak bencana, guna menjaga keberlanjutan produksi serta memastikan rantai pasok daging dan susu tetap stabil.
Kepala Distannak Jateng Defransisco Dasilva Tavares menyebutkan bahwa kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di wilayahnya kini semakin terkendali. “Saat ini hanya tersisa 10 kasus di seluruh Jawa Tengah dan semuanya sudah ditangani tenaga medis. Untuk kebutuhan harian maupun hari raya, semuanya sudah kami antisipasi,” jelas Defransisco.
Program healing juga mendapat respons positif dari peternak. Agus Kiswanto, peternak di Desa Krikilan, berharap layanan serupa dapat terus dilakukan secara rutin. “Harapannya sering-sering ada program seperti ini. Biar peternak kecil seperti saya terlindungi, apalagi trauma PMK tahun lalu sangat merugikan,” ungkap Agus.
Dengan dukungan layanan kesehatan ternak yang menjangkau hingga tingkat desa serta pemanfaatan teknologi medis, Pemprov Jateng optimistis mampu menjaga kualitas dan ketersediaan daging bagi masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan sektor peternakan daerah. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara