DENPASAR – Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi memperkuat pengawasan orang asing hingga tingkat desa di Bali melalui pengukuhan Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA), sebagai langkah preventif untuk mendeteksi dini potensi pelanggaran keimigrasian.
Program ini berjalan beriringan dengan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Patroli Imigrasi Dharma Dewata yang berperan secara taktis di lapangan. Sementara itu, PIMPASA difokuskan pada pendekatan berbasis komunitas dengan melibatkan perangkat desa dan tokoh masyarakat dalam pengawasan aktivitas warga negara asing (WNA).
Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi, Hendarsam Marantoko, menjelaskan bahwa kolaborasi antara pengawasan lapangan dan pendekatan kewilayahan menjadi strategi komprehensif dalam menjaga stabilitas keamanan. “Bali harus tetap menjadi destinasi yang ramah bagi wisatawan berkualitas. Namun tetap tegas terhadap setiap pelanggaran hukum dan norma yang berlaku,” kata Hendarsam, sebagaimana diberitakan Kompas, Kamis, (16/04/2026).
Pengukuhan PIMPASA dilakukan bersamaan dengan pembentukan Satgas Dharma Dewata dalam sebuah kegiatan yang berlangsung di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Renon, Denpasar, dengan melibatkan sekitar 100 petugas Imigrasi.
Melalui program ini, petugas PIMPASA bertugas memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus mengumpulkan informasi awal terkait keberadaan dan aktivitas WNA di lingkungan desa. Langkah ini diharapkan dapat mempersempit ruang gerak pelanggaran, khususnya di wilayah yang belum terjangkau patroli rutin.
Selain itu, Satgas Dharma Dewata akan difokuskan pada patroli di wilayah dengan tingkat aktivitas WNA yang tinggi. Pendekatan ini bertujuan menjaga keamanan sekaligus mendukung citra Bali sebagai destinasi wisata internasional yang aman dan tertib.
Hendarsam menambahkan bahwa operasi pengawasan akan terus ditingkatkan, baik melalui patroli rutin maupun operasi berskala nasional, guna memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Imigrasi. “Kami akan terus menggiatkan operasi pengawasan, baik melalui patroli rutin di tingkat wilayah maupun operasi skala nasional, guna menjaga stabilitas keamanan serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap Imigrasi,” pungkas Hendarsam.
Dengan sinergi antara aparat dan masyarakat desa, pengawasan keimigrasian di Bali diharapkan menjadi lebih efektif, sekaligus menciptakan lingkungan yang aman bagi masyarakat lokal dan wisatawan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara