Hujan Abu Tipis Selimuti Desa di Lereng Merapi

MAGELANG – Aktivitas Gunung Merapi kembali berdampak pada permukiman warga setelah hujan abu tipis menyelimuti 11 desa di Kabupaten Magelang, menyusul luncuran awan panas guguran pada Senin malam (13/4/2026).

Sebaran dampak tercatat di dua wilayah, yakni Kecamatan Dukun dan Kecamatan Sawangan. Di Kecamatan Dukun, desa yang terdampak meliputi Desa Paten, Desa Sengi, Desa Krinjing, Desa Mangunsoko, Desa Sumber, dan Desa Sewukan. Sementara di Kecamatan Sawangan, hujan abu menjangkau Desa Kapuhan, Desa Ketep, Desa Wonolelo, Desa Gantang, dan Desa Krogowanan.

Warga Desa Sengi, Wawan, mengungkapkan bahwa intensitas hujan abu yang terjadi relatif tipis dan tidak berlangsung lama. “Memang ada hujan abu, tapi tipis. Dan kemarin berhenti sekitar pukul 23.00,” ujarnya.

Berdasarkan data Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), peristiwa tersebut diawali dengan luncuran awan panas guguran pada pukul 19.56 dengan jarak luncur sekitar 2.000 meter. Selang satu jam kemudian, sekitar pukul 20.40, hujan abu tipis mulai terpantau di sejumlah wilayah terdampak.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Bambang Hermanto mengonfirmasi kejadian tersebut dan mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya lanjutan. “Kami menghimbau kepada warga untuk tetap waspada, terutama menjauhi alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi,” ujarnya.

Menurutnya, potensi bahaya sekunder seperti aliran material vulkanik melalui sungai dapat terjadi, terutama saat hujan turun di kawasan hulu Merapi. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak beraktivitas di sekitar aliran sungai yang berhulu dari gunung tersebut.

Hingga saat ini, status Gunung Merapi masih berada pada Level III atau siaga. Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik dan mengimbau warga untuk tetap tenang serta mengikuti arahan resmi.

Meski tidak menimbulkan dampak signifikan dalam waktu singkat, hujan abu ini menjadi indikator peningkatan aktivitas vulkanik yang perlu diwaspadai oleh masyarakat di wilayah sekitar lereng Merapi. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Pantai Hi’a Lewomada, Surga Tersembunyi di Utara Sikka

PDF đź“„SIKKA – Desa Lewomada di Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai …

Desa Wisata Banyuwangi Melejit di 2026, Kunjungan Naik 30 Persen

PDF đź“„BANYUWANGI – Tren pariwisata berbasis desa semakin menguat pada 2026, dengan Kabupaten Banyuwangi, Jawa …

Bunga Bangkai Jadi Game Changer Wisata Desa Subulussalam

PDF đź“„SUBULUSSALAM – Fenomena langka berupa mekarnya bunga bangkai di kawasan objek wisata Kolam Ratu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *