KABUPATEN GORONTALO – Penguatan peran kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sebagai ujung tombak pelayanan dasar masyarakat menjadi sorotan utama dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Tim Pembina Posyandu Kabupaten Gorontalo yang digelar di Bukit Proja, Desa Pone, Kecamatan Limboto Barat, Selasa (14/4/2026). Kegiatan ini menekankan transformasi Posyandu dari layanan kesehatan semata menjadi lembaga penggerak enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Gorontalo, Maryam Sofyan Puhi, menegaskan bahwa Posyandu kini memiliki peran yang jauh lebih luas dalam mendukung pemenuhan layanan dasar masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. Hal tersebut ia sampaikan saat membuka kegiatan Bimtek yang diikuti tim pembina dari berbagai tingkatan wilayah.
“Posyandu harus mampu menjadi garda terdepan dalam pelayanan dasar di tingkat masyarakat, tidak hanya kesehatan tetapi juga bidang lain yang menjadi kebutuhan warga,” ujarnya.
Maryam menjelaskan bahwa enam bidang SPM yang dimaksud meliputi kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial. Menurutnya, perluasan peran ini menuntut penguatan koordinasi lintas sektor agar implementasi program berjalan efektif hingga ke tingkat desa.
Ia menekankan bahwa keberhasilan penerapan layanan tersebut sangat bergantung pada kinerja tim pembina Posyandu di tingkat kecamatan hingga desa. Sinkronisasi program, inovasi layanan, serta ketepatan penggunaan anggaran menjadi kunci utama dalam mendukung operasional enam bidang layanan dasar tersebut.
“Melalui bimtek ini, saya minta seluruh tim pembina dapat memperkuat sinkronisasi program, mendorong inovasi, serta memastikan dukungan anggaran digunakan secara tepat untuk operasional enam bidang layanan dasar,” tegasnya.
Selain itu, Maryam juga memberikan apresiasi kepada para kader Posyandu yang selama ini aktif memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat di desa dan kelurahan. Ia menilai peran kader sangat vital dalam memastikan layanan dasar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga.
“Kader posyandu adalah ujung tombak pelayanan. Karena itu, kualitas layanan harus terus ditingkatkan agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambah Maryam.
Melalui kegiatan Bimtek ini, diharapkan penguatan kapasitas dan koordinasi tim pembina Posyandu dapat meningkatkan efektivitas layanan dasar masyarakat, khususnya di tingkat desa, serta menjadikan Posyandu sebagai pusat layanan komunitas yang lebih responsif dan berkelanjutan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara