Program PHR Ubah Wajah Penanganan Stunting di Rimba Beringin

KABUPATEN KAMPAR – Upaya percepatan penurunan stunting di tingkat desa di Kabupaten Kampar, Riau, menunjukkan hasil signifikan setelah kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) mendapatkan penguatan kapasitas melalui program pemberdayaan kesehatan berbasis komunitas. Program ini mendorong perubahan besar pada kemampuan kader dalam mendampingi ibu hamil dan pemantauan tumbuh kembang balita di Desa Rimba Beringin, Kecamatan Tapung Hulu.

Salah satu kader Posyandu Sekar Melati 1, Nurmayani Lubis, mengungkapkan bahwa sebelum mendapatkan pelatihan, para kader kerap menghadapi kebingungan dalam menangani keluhan warga terkait tumbuh kembang anak. Kondisi tersebut kini berubah setelah adanya intervensi program PHR Peduli Stunting (PENTING) yang digagas PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), yang memberikan pelatihan intensif kepada lebih dari 200 kader posyandu di wilayah tersebut.

“Dulu kami sering bingung dan sedih jika ada ibu-ibu mengeluh berat badan anaknya tidak naik-naik. Kami ingin membantu, tapi minim ilmu.”

Setelah mengikuti pelatihan, para kader kini memiliki kemampuan lebih baik dalam memberikan edukasi gizi dan pemantauan kesehatan secara mandiri di tingkat desa. Program ini juga diperkuat dengan intervensi langsung berupa Pemberian Makanan Tambahan (PMT/PKMK) kepada lebih dari 300 anak yang berisiko stunting serta lebih dari 90 ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK).

Hasil program menunjukkan dampak positif yang cukup signifikan. Sekitar 90 persen balita yang mendapatkan intervensi mengalami peningkatan berat badan, sementara 70 persen di antaranya kini berada dalam kategori gizi baik. Untuk ibu hamil dengan KEK, sebanyak 82,2 persen telah mencapai indikator normal berdasarkan lingkar lengan atas (LILA).

Perubahan juga dirasakan langsung oleh masyarakat penerima manfaat, salah satunya Nova, seorang orang tua balita yang mengaku kini lebih tenang dalam memantau kondisi anaknya.

“Dulu saya selalu waswas tiap kali jadwal nimbang karena angka di timbangan anak saya susah naik. Semenjak rutin didampingi ibu-ibu kader dan dapat tambahan gizi, alhamdulillah anak saya makannya lahap dan timbangannya normal terus,” ucap Nova, salah satu orang tua penerima manfaat dengan wajah lega.

Manager Community Involvement & Development (CID) PHR, Iwan Ridwan Faizal, menegaskan bahwa penanganan stunting menjadi bagian penting dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di bidang kesehatan. Ia menyebut kolaborasi dengan kader dan masyarakat desa sebagai kunci keberhasilan program.

Program ini tidak hanya menyasar ibu dan balita, tetapi juga diperluas ke tujuh kabupaten/kota di wilayah operasional, termasuk edukasi pencegahan stunting kepada remaja putri sebagai langkah jangka panjang membangun generasi sehat di pedesaan.

Dengan pendekatan berbasis komunitas, program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan gizi masyarakat desa serta menekan angka stunting secara berkelanjutan di wilayah Riau. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Regulasi Baru Koperasi Desa, Skema Pembiayaan Lebih Ketat

PDF đź“„JAKARTA – Pemerintah memperketat pengawasan terhadap penyaluran pembiayaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang …

KDKMP Jateng Tumbuh Pesat, Ribuan Unit Sudah Beroperasi

PDF đź“„SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan penguatan koperasi sebagai strategi utama untuk …

Desa Teratak Jadi Sentra Ekonomi Baru Berbasis Pandai Besi

PDF đź“„KAMPAR – Aktivitas pandai besi di Desa Teratak, Kabupaten Kampar, Riau, mengalami lonjakan signifikan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *