KABUPATEN GORONTALO – Wakil Bupati Kabupaten Gorontalo (Kabgor) membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tim Pembina Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) tingkat Kabupaten Gorontalo tahun 2026 yang digelar di Bukit Proja, Desa Pone, Kecamatan Limboto Barat, Selasa (14/4/2026). Kegiatan ini difokuskan pada penguatan tata kelola Posyandu agar lebih terstruktur, berkualitas, dan adaptif terhadap perluasan layanan dasar masyarakat.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabgor dalam memperkuat peran Posyandu sebagai lembaga layanan berbasis masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. Dalam arahannya, Wakil Bupati Kabgor menegaskan bahwa Posyandu memiliki fungsi strategis dalam mendukung pemberdayaan masyarakat serta membantu perencanaan pembangunan wilayah.
“Posyandu memiliki tugas strategis dalam membantu pemerintah desa dan kelurahan, terutama dalam pemberdayaan masyarakat serta perencanaan pembangunan kewilayahan,” ujar Wakil Bupati Kabgor.
Ia menjelaskan, berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 15 Tahun 2024, Posyandu kini tidak lagi terbatas pada sektor kesehatan, melainkan telah diperluas menjadi enam bidang layanan dasar, yaitu pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial kemasyarakatan.
“Melalui regulasi ini, Posyandu tidak terfokus dalam pelayanan kesehatan, akan tetapi bertambah menjadi enam bidang yaitu Pendidikan, Kesehatan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Ketenteraman dan Ketertiban Umum, serta Sosial Masyarakat,” lanjutnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa struktur Tim Pembina Posyandu telah terbentuk secara berjenjang mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa dan kelurahan. Ia juga meminta seluruh peserta Bimtek untuk mengikuti kegiatan secara serius demi meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo (Dinkes Kabgor) menambahkan bahwa Bimtek ini juga menjadi sarana evaluasi terhadap kinerja tim pembina yang telah terbentuk sejak tahun sebelumnya. Evaluasi dilakukan untuk memperkuat koordinasi hingga ke tingkat desa dan kelurahan agar pelayanan Posyandu berjalan lebih efektif dan terintegrasi.
“Pada hari ini, kita akan perbaiki ketika ada kekurangan permasalahan yang ada di tingkat kecamatan, desa, serta kelurahan, agar tim Posyandu bisa terkoordinir sampai ke tingkat bawah dalam pelayanan Posyandu di masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan Bimtek ini diharapkan mampu memperkuat implementasi Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan dasar masyarakat di tingkat desa dan mempercepat peningkatan kualitas layanan publik berbasis komunitas. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara