PDU Labuan Bajo Aktif Lagi, Sampah Diolah Pakai Maggot BSF

MANGGARAI BARAT – Fasilitas pengolahan sampah organik berbasis larva Black Soldier Fly (BSF) atau maggot resmi dioperasikan di Pusat Daur Ulang (PDU) Labuan Bajo yang berlokasi di Desa Batu Cermin, Kabupaten Manggarai Barat, pada Sabtu (11/4/2026). Penguatan fasilitas ini menjadi langkah strategis dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus memperkuat ekosistem pengelolaan lingkungan berkelanjutan di kawasan destinasi wisata unggulan nasional tersebut.

Peresmian dan penguatan operasional fasilitas ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Lingkungan Hidup, Inovasi Gerakan Masyarakat (INGRAM), PTTEP (PTT Exploration and Production), Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, serta Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF). Program ini juga diintegrasikan dengan forum kolaborasi dan pemaparan Program Positif Bajo di Katamaran Hotel & Resort Komodo sebagai bagian dari penguatan tata kelola lingkungan kawasan wisata.

Pusat Daur Ulang (PDU) Labuan Bajo sendiri telah dibangun sejak 2020 di bawah Kementerian Lingkungan Hidup, namun sempat belum beroperasi secara optimal. Melalui kerja sama multipihak, fungsi fasilitas kini dihidupkan kembali dengan penambahan teknologi pengolahan sampah organik berbasis maggot BSF yang mampu mempercepat proses dekomposisi limbah organik secara lebih efisien dan ramah lingkungan.

CEO Inovasi Gerakan Masyarakat (INGRAM), Fei Febri, menjelaskan bahwa penguatan PDU tidak hanya difokuskan pada aspek teknis pengelolaan sampah, tetapi juga sebagai pusat edukasi lingkungan bagi masyarakat. “Pusat Daur Ulang Labuan Bajo ini sebenarnya sudah ada sejak 2020, namun perlu lebih dioptimalkan kembali. Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghidupkan kembali fungsinya sebagai pusat edukasi. Harapannya, siswa-siswi mulai dari TK, SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi dapat datang dan belajar langsung tentang pengelolaan sampah. Saat ini, PDU melayani sampah dari Desa Batu Cermin dan Desa Gorontalo, dan ke depannya akan terbuka untuk desa-desa lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, menilai penguatan PDU menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan sektor pariwisata Labuan Bajo. Menurutnya, pengelolaan sampah yang terintegrasi merupakan fondasi utama dalam menjaga daya saing destinasi wisata premium di kawasan tersebut.

Fasilitas PDU yang kini dilengkapi dengan sistem pemilahan, penerimaan, hingga pengepresan sampah anorganik diharapkan mampu menciptakan sistem pengelolaan sampah terpadu yang lebih efektif. Selain itu, pendekatan berbasis kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi model penting dalam mendorong transformasi pengelolaan lingkungan di destinasi wisata nasional.

Dengan pengoperasian kembali PDU dan penerapan teknologi maggot BSF, pemerintah dan para pemangku kepentingan berharap Labuan Bajo dapat menjadi contoh pengelolaan sampah modern yang tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan, tetapi juga edukasi dan nilai ekonomi sirkular bagi masyarakat sekitar. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Jalan Tergenang Bak Sawah, Warga Limau Manis Minta Perhatian Serius

PDF đź“„DELISERDANG – Warga Desa Limau Manis, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang mendesak Pemerintah Kabupaten …

Pemprov Sumut Kejar Target 6 Desa Antikorupsi Tahun Ini

PDF đź“„MEDAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menargetkan penambahan enam Desa Antikorupsi pada …

Parit Penuh Sampah Dibersihkan Warga dan Babinsa di Kamanre

PDF đź“„LUWU – Upaya menjaga kebersihan lingkungan dan kelancaran sistem drainase di wilayah pedesaan kembali …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *