PASURUAN – Pengelolaan sampah rumah tangga di tingkat desa di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, masih menghadapi kendala serius akibat terbatasnya fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) yang tersedia di berbagai wilayah. Kondisi ini membuat sistem pengelolaan limbah belum berjalan optimal dan berpotensi menimbulkan dampak lingkungan yang lebih luas apabila tidak segera ditangani secara terstruktur.
Minimnya infrastruktur TPS 3R di desa-desa tersebut menyebabkan sebagian besar sampah rumah tangga belum terkelola dengan baik, sehingga masih banyak yang berakhir di tempat pembuangan akhir tanpa proses pemilahan. Situasi ini menunjukkan bahwa kemandirian desa dalam mengelola sampah masih menjadi tantangan yang harus segera dijawab oleh berbagai pihak, terutama pemerintah daerah dan pemerintah desa.
Pakar pengelolaan lingkungan menyebut bahwa keberadaan TPS 3R merupakan elemen penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Namun, keterbatasan fasilitas dan dukungan operasional membuat implementasinya belum merata di seluruh desa di Kabupaten Pasuruan.
Kondisi ini juga berdampak pada meningkatnya risiko pencemaran lingkungan, mulai dari penumpukan sampah hingga potensi gangguan kesehatan masyarakat jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, penguatan sistem pengelolaan berbasis desa dinilai menjadi solusi strategis untuk menekan persoalan sampah sejak dari sumbernya.
Pemerintah daerah diharapkan dapat memperluas pembangunan TPS 3R serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat terkait pemilahan sampah dari rumah tangga. Tanpa langkah tersebut, persoalan sampah dikhawatirkan akan terus menjadi beban lingkungan jangka panjang di wilayah pedesaan Kabupaten Pasuruan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara