Program Makan Gratis Dorong Petani dan Peternak Desa Bangkit

JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya menyasar peningkatan gizi anak, tetapi juga dirancang sebagai pengungkit ekonomi desa melalui penguatan rantai pasok pangan nasional. Pemerintah menilai program ini mampu menciptakan efek ganda, yakni memperbaiki kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat pedesaan.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa MBG merupakan investasi jangka panjang yang berfokus pada generasi muda Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan di Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Program MBG menyasar anak-anak usia sekolah dari tingkat dasar hingga menengah dengan tujuan memastikan terpenuhinya kebutuhan gizi harian. Langkah ini dinilai penting dalam menekan angka stunting serta meningkatkan kualitas kesehatan anak secara menyeluruh.

Amran menekankan bahwa program ini tidak memiliki kepentingan politik jangka pendek. Menurutnya, MBG merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan generasi yang lebih sehat dan unggul di masa depan.

“Mungkin yang mengkritik tidak pernah merasakan miskin. Aku ini lahir sudah miskin banget, miskin ekstrem. Jadi beliau itu (Presiden Prabowo) sangat peduli pada orang-orang, anak-anak kita yang kekurangan gizi stunting,” ujarnya.

Selain berdampak pada sektor kesehatan, MBG juga dirancang untuk memperkuat ekonomi desa. Program ini melibatkan pelaku usaha dari sektor pertanian hingga distribusi pangan, sehingga menciptakan perputaran ekonomi di tingkat lokal.

Petani hortikultura, peternak, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi bagian dari rantai pasok program tersebut. Peningkatan permintaan bahan pangan seperti sayur, telur, dan daging mendorong aktivitas produksi di pedesaan.

Amran menyebutkan sekitar 3,8 juta peternak unggas, sapi, dan kambing turut terdampak positif dari implementasi program ini. Aktivitas ekonomi di desa pun meningkat seiring kebutuhan pasokan pangan yang terus bertambah.

“Jadi orang-orang kecil bahagia,” kata Amran.

Lebih lanjut, MBG juga berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan nasional. Dengan mengandalkan produksi lokal, program ini membantu mengurangi ketergantungan pada pasokan luar serta menciptakan sistem pangan yang lebih stabil.

Pemerintah berharap integrasi antara peningkatan gizi dan pemberdayaan ekonomi desa melalui MBG dapat menjadi solusi berkelanjutan dalam mengatasi persoalan sosial, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan nasional berbasis masyarakat. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Digitalisasi Desa Tak Cukup dengan Teknologi, Kemendes Ungkap Kuncinya

PDF đź“„JAKARTA – Pengelolaan informasi desa secara konsisten menjadi perhatian Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah …

120 Bangunan Terbakar, Bantuan untuk Warga Sade Mulai Disiapkan

PDF đź“„LOMBOK TENGAH – Penanganan warga terdampak kebakaran Kampung Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, …

150 Ribu Orang Mengungsi, ESDM Prioritaskan Bantuan Ibu dan Anak di NTT

PDF đź“„MANGGARAI – Kebutuhan ibu, bayi, dan anak menjadi perhatian utama Tim Energi dan Sumber …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *