Dari Distribusi ke Ekonomi, Kopdes Siap Ambil Peran Lebih Besar

KUDUS – Wacana penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih dinilai berpotensi memperkuat sistem distribusi di tingkat desa sekaligus mendorong geliat ekonomi lokal. Pemerintah desa pun mengaku siap menjalankan peran tersebut karena telah terbiasa terlibat dalam proses distribusi bantuan kepada masyarakat.

Kepala Desa (Kades) Ngembal Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Moh Khanafi, menyebut desa selama ini sudah menjalankan fungsi penting dalam penyaluran bantuan, mulai dari pendataan hingga penyediaan fasilitas. “Desa itu sebenarnya sudah terbiasa membantu proses distribusi. Mulai dari pendataan, penyebaran undangan, sampai penyediaan tempat di balai desa. Jadi ketika koperasi dilibatkan, kami melihat ini sebagai penguatan dari sistem yang sudah berjalan,” ujarnya.

Ia menilai, pelibatan Kopdes akan memperjelas mekanisme distribusi sekaligus meningkatkan koordinasi antar pihak di desa. Meski demikian, peran Kades tetap dibutuhkan untuk memastikan kebijakan berjalan efektif di lapangan. “Tinggal bagaimana kepala desa mengembangkan dan mengoptimalkan potensi yang ada. Karena secara praktik, desa itu sudah siap, tinggal diperkuat saja melalui koperasi,” tambahnya.

Di sisi lain, Ketua Kopdes Merah Putih (KDMP) Ngembal Kulon, Riwi Budi Martono, melihat kebijakan tersebut sebagai peluang untuk menghidupkan aktivitas ekonomi koperasi. “Kalau penyaluran bansos lewat koperasi, tentu ini peluang besar. Karena akan ada aktivitas, ada transaksi, dan itu bisa menghidupkan koperasi,” jelasnya.

Namun, ia mengakui bahwa koperasi masih menghadapi tantangan, terutama dalam meningkatkan partisipasi masyarakat. Saat ini, KDMP Ngembal Kulon baru memiliki 74 anggota, dengan sebagian kecil berasal dari aparatur sipil negara (ASN). “Animo warga untuk menjadi anggota memang belum kelihatan. Karena kegiatan koperasi baru berjalan di satu unit usaha, yaitu distribusi LPG,” katanya.

Menurutnya, rendahnya minat masyarakat dipengaruhi persepsi bahwa koperasi hanya sebatas layanan simpan pinjam. “Padahal itu hanya salah satu unit usaha. Ke depan, kami ingin mengembangkan usaha lain supaya manfaatnya lebih terasa,” tuturnya.

Ia berharap, jika penyaluran bansos melalui koperasi dapat direalisasikan, maka akan terjadi peningkatan transaksi ekonomi di desa yang berdampak langsung pada penguatan koperasi. “Kalau nanti bantuan juga bisa dikelola lewat koperasi, misalnya pengadaan barangnya dari koperasi, itu akan menambah transaksi. Dari situ koperasi bisa berkembang,” harapnya. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

1.000 Hektare Sawah Baru di Buol, DPRD Soroti Infrastruktur Irigasi

PDF đź“„BUOL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng), mempercepat pengembangan sektor pertanian melalui …

Pemkab Ciamis Gaskeun Pertanian Organik, Desa Jadi Ujung Tombak

PDF đź“„CIAMIS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis, Jawa Barat, mulai mengakselerasi penerapan sistem pertanian ramah …

Dari Perikanan ke Digital, Desa Soreang Tancap Gas

PDF đź“„TAKALAR – Desa Soreang, Kecamatan Mappakasunggu, Kabupaten Takalar, mengakselerasi pembangunan berbasis potensi lokal dengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *