El Nino 2026 Menguat, Ratusan Desa di Jatim Siaga Kekeringan

SURABAYA – Sebanyak 815 desa di 26 kabupaten di Provinsi Jawa Timur (Jatim) dipetakan berisiko mengalami krisis air bersih akibat dampak fenomena El Nino yang diprediksi berlangsung lebih ekstrem pada musim kemarau 2026.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim mencatat, ratusan desa tersebut tersebar di 222 kecamatan dengan tingkat kerentanan tinggi, terutama wilayah yang bergantung pada tadahan air hujan serta memiliki keterbatasan infrastruktur air bersih.

Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto, menyebutkan bahwa kondisi cuaca tahun ini berpotensi lebih parah dibandingkan sebelumnya. “Fenomena El Nino tahun ini diprediksi lebih kuat dan ekstrem. Suhunya lebih panas dan periode kemaraunya panjang, dampaknya potensi risiko kekeringan,” ujarnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim kemarau akan berlangsung sejak April hingga September 2026, dengan puncak kekeringan terjadi pada Mei hingga Agustus. Fenomena El Nino sendiri merupakan pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang berdampak pada penurunan curah hujan di berbagai wilayah, termasuk Indonesia.

BPBD Jatim menilai, kondisi ini tidak hanya mengancam ketersediaan air bersih, tetapi juga berpotensi mengganggu sektor pertanian yang sangat bergantung pada pasokan air.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Jatim akan melakukan koordinasi lintas sektor serta menggelar rapat bersama Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, guna menyusun strategi penanganan kekeringan. Upaya tersebut meliputi distribusi air bersih ke wilayah prioritas, optimalisasi sumber air yang tersedia, pembangunan tandon air, hingga edukasi penghematan air kepada masyarakat.

“Untuk menyusun langkah-langkah konkret dalam menghadapi kekeringan. Ini penting agar penanganan bisa dilakukan secara cepat dan tepat sasaran,” ujar Gatot.

Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menghadapi ancaman kekeringan. “Kesadaran masyarakat menjadi kunci. Jika kita bisa mengelola air dengan baik sejak awal, maka dampak kekeringan bisa diminimalisasi,” katanya.

Langkah mitigasi yang disiapkan diharapkan mampu menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas, sekaligus menjaga stabilitas kebutuhan air bersih dan ketahanan sektor pertanian di wilayah Jatim selama musim kemarau ekstrem berlangsung. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Ekskavator Jadi Sorotan di Sidang Dugaan Korupsi PT HWR

PDF đź“„MANADO – Penyitaan ekskavator milik seorang saksi menjadi salah satu persoalan yang mencuat dalam …

61 Pj Kades Lombok Timur Dilantik, Diminta Jaga Netralitas

PDF đź“„LOMBOK – Sebanyak 61 Penjabat Kepala Desa (Pj Kades) di Kabupaten Lombok Timur (Lombok …

Terendam Rob, Warga Timbulsloko Desak Akses dan Perlindungan Pesisir

PDF đź“„DEMAK – Banjir rob yang terus menggenangi Dukuh Timbulsloko, Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *