KUDUS – Bencana angin puting beliung yang disertai hujan deras melanda Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada Senin 30 Maret 2026 sore, menimbulkan kerusakan masif pada ratusan rumah dan gudang di empat desa terdampak. Fenomena alam yang terjadi sekitar pukul 15.35 WIB ini menimbulkan kerusakan mulai dari ringan hingga berat.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus mencatat sebanyak 221 bangunan terdampak. Empat desa yang mengalami kerusakan meliputi Desa Terangmas, Desa Kalirejo, Desa Glagahwaru, dan Desa Medini, dengan Desa Medini menjadi yang paling parah. Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Kudus, Ahmad Munaji, mengungkapkan, “Total ada 221 bangunan yang terdampak berdasarkan data sementara. Khusus di Desa Medini, kebutuhan material untuk perbaikan mencapai sekitar 13.000 genteng,” Selasa 31 Maret 2026. Kerusakan Medini tersebar di delapan gang, dengan konsentrasi tertinggi di Gang 8, Gang 15, dan Gang 17.
Selain kerugian material, bencana ini juga menimbulkan korban luka. Di Desa Terangmas, seorang warga bernama Seketi harus dilarikan ke Puskesmas Undaan untuk perawatan akibat dampak angin kencang. Dua rumah warga dan satu gudang di desa ini dilaporkan roboh rata tanah. Di Desa Kalirejo dan Desa Glagahwaru, puluhan bangunan juga terdampak. Di Kalirejo, 12 rumah rusak di dua RT, sementara di Glagahwaru terdapat 15 bangunan terdampak, mayoritas karena pohon tumbang atau atap yang terbang terbawa angin.
BPBD bersama warga setempat masih fokus membersihkan puing-puing bangunan dan pohon tumbang yang menghalangi jalan. Prioritas utama adalah menutup kembali atap rumah warga mengingat potensi cuaca ekstrem masih ada. Secara keseluruhan, BPBD menaksir kebutuhan genteng untuk rehabilitasi rumah mencapai 14.400 buah. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap hujan lebat disertai angin kencang selama masa transisi cuaca di Jawa Tengah. []
Redaksi02 |Â Nadiya
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara