Daya Tarik Wisata atau Korban Mitos? Nasib Pohon Unik Majalengka

JAKARTA – Fenomena pohon unik berkaki delapan di kawasan Situ Sangiang, Desa Sangiang, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka, menjadi perhatian karena terancam rusak akibat praktik pengambilan kulit pohon oleh pengunjung yang mempercayai mitos tertentu.

Pohon jenis nunuk tersebut diketahui telah berusia ratusan tahun dan memiliki struktur tidak lazim dengan delapan akar besar menyerupai kaki yang menopang satu batang utama. Keunikan ini menjadikannya sebagai daya tarik wisata alam sekaligus objek cerita lokal yang berkembang di tengah masyarakat.

Namun, di balik daya tarik tersebut, muncul persoalan konservasi. Sebagian pengunjung diketahui sengaja mengelupas kulit pohon untuk dijadikan jimat karena percaya memiliki khasiat tertentu dalam urusan rumah tangga, mulai dari menjaga keharmonisan hingga mengatasi konflik pasangan.

Salah satu tokoh masyarakat setempat, Diding Jaenudin, menjelaskan kondisi pohon saat ini mulai terdampak akibat praktik tersebut. Upaya pelestarian pun dilakukan oleh pengelola kawasan dengan memperbaiki bagian batang menggunakan bambu serta memasang imbauan kepada pengunjung agar tidak merusak pohon.

Fenomena ini sebelumnya juga memicu berbagai spekulasi terkait asal-usul terbentuknya pohon berkaki delapan tersebut. Secara ilmiah, kondisi itu dapat dijelaskan sebagai proses alami pertumbuhan pohon epifit, yakni tanaman yang tumbuh menempel pada pohon lain.

Dalam prosesnya, pohon nunuk yang awalnya menempel akan mengeluarkan akar-akar yang menjulur ke tanah. Seiring waktu, akar tersebut menguat dan berkembang menjadi batang baru, sehingga menciptakan tampilan menyerupai banyak kaki dalam satu pohon.

Selain faktor alami, masyarakat juga menduga adanya campur tangan manusia dalam membentuk struktur pohon. Akar-akar yang menjuntai diduga pernah diarahkan ke tanah untuk memperkuat sekaligus memperindah tampilan pohon tersebut.

Terlepas dari perdebatan antara mitos dan penjelasan ilmiah, pohon berkaki delapan ini kini menjadi identitas lokal sekaligus potensi wisata unggulan di kawasan Situ Sangiang. Namun, tanpa kesadaran pengunjung untuk menjaga kelestariannya, keberadaan pohon bersejarah ini berisiko mengalami kerusakan permanen di masa mendatang. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Inovasi Maggot BUMDes Tumang Sukses Bersihkan Desa dan Hasilkan Uang

PDF 📄BOYOLALI – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tumang di Desa Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa …

Bank Sampah di Kendal Jadi Solusi Lingkungan dan Tambahan Penghasilan

PDF 📄KENDAL – Program bank sampah di Desa Margorejo, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal mulai memberi …

Jateng Genjot Desa Wisata, Tiga Kabupaten Dapat Target Terbesar

PDF 📄SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menargetkan pembentukan 1.000 desa wisata dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *