TEGAL – Warga Banjar Dinas Tegal mendapatkan pelayanan kesehatan terpadu melalui Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Tegal dengan pendekatan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) berbasis siklus hidup pada Senin (19/10/2026). Pelayanan ini mencakup kebutuhan kesehatan masyarakat dari masa kehamilan hingga usia lanjut, sekaligus edukasi sanitasi dan kebersihan lingkungan.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Banjar Dinas Tegal tersebut dilaksanakan dengan tertib dan mendapat sambutan antusias warga. Pelayanan dirancang berdasarkan kelompok usia agar kebutuhan kesehatan setiap tahap kehidupan dapat menjadi perhatian dalam kegiatan posyandu di lingkungan banjar.
Bagi ibu hamil dan menyusui, layanan meliputi pemantauan status gizi, pemeriksaan kesehatan berkala, serta pembagian suplemen kehamilan. Sementara itu, bayi dan balita mendapatkan penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan untuk membantu pencegahan stunting atau gangguan pertumbuhan, serta imunisasi rutin.
Pelayanan juga menyasar anak usia sekolah dan remaja melalui edukasi gizi seimbang serta penyuluhan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Bagi warga usia produktif, pemeriksaan mencakup tekanan darah, gula darah, dan kolesterol untuk membantu mendeteksi faktor risiko penyakit tidak menular (PTM).
Adapun warga lanjut usia mendapatkan pemeriksaan fisik berkala, pemantauan kebugaran, dan konsultasi kesehatan. Rangkaian layanan tersebut dilengkapi edukasi sanitasi rumah tangga serta pengelolaan kebersihan lingkungan banjar.
Penerapan pendekatan berbasis siklus hidup membuat pelayanan Posyandu Tegal tidak hanya berfokus pada bayi dan balita, tetapi juga mencakup kebutuhan kesehatan kelompok usia lainnya. Kegiatan ini menjadi bagian dari pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat banjar, dengan harapan pemantauan kesehatan dan pemahaman warga mengenai pola hidup sehat dapat terus ditingkatkan. []
Redaksi02
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara