GRESIK – Pengolahan sampah rumah tangga menjadi barang bernilai guna mendapat perhatian warga Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Sebanyak 16 perwakilan rukun tetangga (RT) mengikuti Lomba Daur Ulang Sampah Antar-RT pada Minggu (18/10/2026), sebagai upaya mendorong kepedulian lingkungan dari tingkat permukiman.
Kegiatan yang digelar melalui kolaborasi Infogresik dan Pemerintah Desa (Pemdes) Randuboto itu menjadi bagian dari peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-16 Infogresik serta HUT kedua Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Randuboto. Para peserta menampilkan beragam kreasi yang dibuat dari sampah rumah tangga.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gresik, Muhammad Ainul Yaqin, yang menjadi salah satu juri bersama perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik, Nurul, mengapresiasi kreativitas warga. Ia menilai kegiatan tersebut dapat membantu membangun kebiasaan memilah dan mendaur ulang sampah dari rumah.
“Kreativitas warga di tiap-tiap RT sangat luar biasa. Sampah yang dulunya dianggap limbah tak berguna, di tangan warga Randuboto mampu disulap menjadi kreasi yang bernilai estetika bahkan bernilai ekonomi. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk mengedukasi masyarakat agar terus membiasakan diri memilah dan mendaur ulang sampah dari tingkat rumah tangga,” ungkapnya, sebagaimana diberitakan Infogresik, Minggu (18/10/2026).
Hasil penilaian menetapkan RT 2 RW 7 Desa Randuboto sebagai juara pertama. Posisi kedua diraih RT 2 RW 6, sedangkan juara ketiga ditempati RT 1 RW 2.
Keterlibatan perwakilan dari 16 RT menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dapat menjadi kegiatan bersama di lingkungan desa. Melalui lomba tersebut, warga tidak hanya berkompetisi menghasilkan karya, tetapi juga memperlihatkan pemanfaatan sampah sebagai bahan yang masih dapat diolah.
Kolaborasi kegiatan lingkungan di Randuboto juga melibatkan unsur media dan pemerintah desa. Chief Executive Officer (CEO) Infogresik, Muhammad Irwan, mengatakan kerja sama tersebut terus diarahkan pada kegiatan yang mengangkat persoalan lingkungan dan kearifan lokal.
“Tahun ini kami adakan Festival Ngubek Tambak dengan salah satu lombanya daur ulang sampah. Semoga kolaborasi ini dapat terus memberikan dampak positif bagi masyarakat,” kata Irwan.
Rangkaian perayaan tersebut mendapat dukungan dari sejumlah perusahaan, lembaga, dan instansi, antara lain PT Petrokimia Gresik, PETRO FISH, PT Smelting, PT Cargill, PT Petro Oxo Nusantara, Pertamina PHE WMO, PLN Nusantara Power Unit Pembangkit Gresik, PT BKMS (JIIPE), PT Wilmar Nabati, Perumda Giri Tirta Gresik, Koperasi BMT Mandiri Sejahtera Jawa Timur, Gressmall, Koromi, DLH Kabupaten Gresik, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Gresik.
Kegiatan ini diharapkan memperkuat keterlibatan warga dalam menjaga lingkungan desa melalui pemilahan dan pemanfaatan sampah rumah tangga. Keberlanjutan kolaborasi antara Pemdes Randuboto, masyarakat, dan para mitra menjadi salah satu faktor penting agar kepedulian yang ditunjukkan melalui lomba dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. []
Redaksi02
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara