PROBOLINGGO – Keberlanjutan pengelolaan kawasan Pabean Park and Culinary menjadi kunci bagi Desa Pabean, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, untuk mengembangkan sumber pendapatan desa sekaligus memperluas peluang usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kawasan tematik yang diresmikan pada Selasa (13/10/2026) itu dibangun melalui Program Desa Berdaya 2026 dengan dukungan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Fasilitas yang dikembangkan meliputi jalur joging, area kegiatan UMKM, lapangan voli, tempat bermain anak, serta lapangan sepak bola mini yang pembangunannya dilakukan secara bertahap.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Probolinggo Munaris mengatakan, fasilitas tersebut diharapkan menjadi ruang aktivitas baru bagi warga sekaligus mendukung pengembangan kegiatan ekonomi lokal.
“Program Desa Berdaya di Desa Pabean Kecamatan Dringu mengangkat tema Park and Culinary dengan membangun sarana dan prasarana berupa jogging track, tempat kegiatan UMKM, lapangan voli, mini soccer serta tempat bermain anak. Fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi pusat keramaian baru di Desa Pabean,” katanya.
Menurut Munaris, kawasan tersebut juga berpeluang memperluas pemasaran produk UMKM dengan mempertemukan pelaku usaha dan konsumen dalam satu lokasi. Namun, manfaat ekonomi itu membutuhkan pengelolaan yang berkelanjutan setelah pembangunan fasilitas selesai.
“Dengan adanya ikon tematik baru, Desa Pabean diharapkan mampu mengembangkan aktivitas ekonomi yang terhubung dengan kebutuhan masyarakat dan peluang usaha lokal. Kawasan tersebut juga diharapkan menjadi ruang bagi UMKM untuk memperluas pemasaran produk dan menjangkau konsumen,” jelasnya.
Dari sisi dukungan anggaran, Desa Pabean menjadi satu-satunya desa di Kabupaten Probolinggo yang menerima BKK Program Desa Berdaya dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada 2026 berdasarkan surat keputusan gubernur tahun tersebut.
Pejabat Fungsional (JF) Penggerak Swadaya Masyarakat DPMD Provinsi Jawa Timur Gorby Martapura menjelaskan, program itu diarahkan untuk memperkuat kemandirian desa melalui optimalisasi potensi dan sumber daya lokal.
“Desa Berdaya merupakan salah satu program pemerintah dalam rangka mempertegas legalisasi status desa mandiri dengan mengoptimalkan potensi dan sumber daya desa untuk mewujudkan desa berdaya. Program ini mendorong desa mengembangkan potensi lokal melalui inovasi dan pembentukan identitas tematik yang dapat menjadi penggerak kegiatan sosial maupun ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Munaris menegaskan, pembangunan Pabean Park and Culinary merupakan bentuk kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo untuk mendukung infrastruktur serta pengembangan potensi desa.
“Dengan adanya ikon baru Desa Pabean, diharapkan mampu mendorong daya saing desa dalam upaya mewujudkan Kabupaten Probolinggo SAE. Pembangunan sarana, prasarana dan infrastruktur desa melalui Program Desa Berdaya di Desa Pabean ini juga merupakan bentuk kolaborasi pembangunan antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo,” terangnya.
Selain memiliki kawasan tematik baru, Desa Pabean dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan di Kabupaten Probolinggo. Fasilitas pendidikan di desa ini mencakup jenjang taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), hingga perguruan tinggi.
Agar fasilitas yang telah dibangun memberi manfaat dalam jangka panjang, Munaris mendorong pemerintah desa bersama Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) menyusun model usaha yang sesuai dengan potensi setempat. Pengelolaan tersebut diharapkan dapat membuka sumber pendapatan baru bagi desa, terutama ketika pemerintah desa dituntut lebih inovatif di tengah berkurangnya alokasi Dana Desa.
“Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Program Desa Berdaya ini hanya merupakan bantuan stimulan. Diharapkan bantuan tersebut tidak berhenti setelah tempat ini diresmikan dan pertanggungjawabannya selesai. Harapan terbesar adalah Pemerintah Desa Pabean dapat menjaga sekaligus mengembangkan ikon desa ini. Semoga apa yang telah dikembangkan di Desa Pabean melalui Program Desa Berdaya dapat terus berkelanjutan,” harapnya.
Camat Dringu Indah Rohani turut menekankan pentingnya pengelolaan dan pemeliharaan kawasan agar fasilitas yang tersedia benar-benar mendukung kegiatan masyarakat. Pembangunan lapangan sepak bola mini juga mulai dilakukan melalui pengerjaan pondasi pada tahun ini.
“Ke depan, keberhasilan Pabean Park and Culinary tidak hanya ditentukan oleh tersedianya fasilitas, tetapi juga oleh pengelolaan, pemeliharaan serta kemampuan pemerintah desa dan BUMDesa mengembangkan kegiatan yang melibatkan masyarakat,” ungkapnya.
Dengan demikian, tantangan berikutnya bagi Desa Pabean bukan hanya menyelesaikan pembangunan, melainkan memastikan kawasan tersebut aktif dimanfaatkan, memberi ruang bagi UMKM, dan berpotensi menjadi sumber pendapatan asli desa secara berkelanjutan. []
Redaksi02
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara