JAWA TENGAH – Lahan seluas 3.800 meter persegi yang hampir 15 tahun tidak dimanfaatkan di Desa Alastuwo, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, mulai dikembangkan menjadi kawasan produktif yang menggabungkan pertanian, perikanan, peternakan, dan kegiatan kebudayaan.
Pemanfaatan lahan tidur tersebut dilakukan di Dusun Mojotelu melalui Gerakan Langit Biru Indonesia Asri yang digelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Karanganyar, Jumat (14/8/2026). Kawasan itu ditata agar tidak hanya menghasilkan komoditas pertanian, tetapi juga dapat menjadi ruang belajar bagi masyarakat.
Ketua Panitia Pelaksana Supriyanto mengatakan lahan tersebut sebelumnya tidak digunakan selama hampir 15 tahun. Kini, sebagian kawasan mulai ditanami sejumlah komoditas, termasuk melon, sukun, durian, dan pepaya, sebagaimana diberitakan Solopos, Jumat, (14/08/2026).
“Ini lahan tidur sudah hampir 15 tahun tidak terpakai. Kami gunakan seluas 3.800 meter,” kata Supriyanto kepada Espos.
Pengembangan kawasan menghadapi tantangan berupa kondisi tanah yang relatif kering. Untuk mengatasinya, pengelola telah membangun sumur dalam yang dilengkapi pompa submersibel guna memenuhi kebutuhan pengairan lahan.
“Kami sudah bikin sumur untuk mendukung perkebunan dan pertanian di area ini,” ujarnya.
“Logikanya kalau satu pompa submersible output-nya tiga inci, diameter enam inci itu akan support sampai satu hektare. Jadi kesulitan air tidak akan terjadi di sini,” katanya.
Selain tanaman pangan dan hortikultura, kawasan tersebut dilengkapi kolam yang diisi ikan nila dan lele. Konsep pengembangannya juga diarahkan agar sektor peternakan dapat masuk dan terhubung dengan kegiatan pertanian.
Komoditas melon menjadi salah satu fokus awal karena dinilai memiliki pasar yang relatif jelas. Hasil panen nantinya diharapkan dapat mendukung kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Di wilayah Alastuwo terdapat dua dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pengelola kawasan telah berkomunikasi dengan pihak terkait agar hasil pertanian yang dikembangkan dapat memiliki pasar melalui penyerapan untuk kebutuhan program tersebut.
Supriyanto menilai kawasan itu nantinya dapat berfungsi lebih luas sebagai tempat pembelajaran bagi kader Partai Demokrat maupun masyarakat yang ingin mempelajari model pertanian dan peternakan terintegrasi.
“Konsepnya memang saya ingin bukan hanya pertanian, tapi peternakan juga ikut terintegrasi di sini. Nanti teman-teman Demokrat atau masyarakat umum bisa belajar di sini, bisa menggunakan fasilitas ini untuk mereka berkarya juga,” tutur Wakil Ketua DPRD Karanganyar ini.
Ruang kebudayaan juga disiapkan di dalam kawasan. Satu bidang lahan direncanakan menjadi tempat bagi pemerhati budaya untuk melakukan berbagai kegiatan, sehingga pemanfaatan lahan tidak hanya berorientasi pada produksi pangan.
Ketua DPC Partai Demokrat Karanganyar Tri Hariyadi mengatakan pengembangan kawasan tersebut merupakan bagian dari gerakan nasional Indonesia Asri yang dikaitkan dengan rangkaian peringatan hari jadi Partai Demokrat pada 9 September.
“Kami ingin membangun mulai dari perdesaan. Kalau di perkotaan kerja bakti mungkin sudah biasa. Justru kami ingin masuk ke desa-desa karena jiwa gotong royongnya lebih kental,” kata Tri.
Rangkaian kegiatan juga mencakup penanaman pohon, penebaran bibit ikan, pembersihan sungai, kerja bakti, dan pembagian sembako kepada masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menggabungkan kepedulian lingkungan dengan pemanfaatan lahan secara produktif.
Tri berharap perubahan lahan yang selama bertahun-tahun terbengkalai itu tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Kawasan tersebut diharapkan berkembang menjadi contoh pemanfaatan lahan yang dapat menghasilkan pangan sekaligus menjadi ruang edukasi dan kolaborasi masyarakat.
“Harapannya ini bukan hanya untuk Demokrat. Masyarakat umum juga bisa belajar dan menggunakan fasilitas ini untuk berkarya,” katanya.
“Bagaimana menjaga lingkungan negara dan bangsa kita agar menjadi lebih asri. Itu yang ingin kami dorong,” ujarnya. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara