Mahasiswa Unsika Fokus Bangun Desa Melalui Pendidikan, Biopori, dan Teknologi

BEKASI – Mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) menghadirkan 11 program kerja unggulan melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sukalaksana, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi. Program yang berlangsung selama 35 hari hingga 31 Juli 2026 itu difokuskan untuk mendukung pembangunan desa melalui sektor pendidikan, lingkungan, pemerintahan desa, kesehatan, literasi digital, kebencanaan, dan pemberdayaan masyarakat.

Ketua KKN Unsika Desa Sukalaksana, Muhammad Irsyad, mengatakan sebanyak 12 mahasiswa diterjunkan untuk menjalankan berbagai program yang dirancang sesuai kebutuhan masyarakat desa.

“Pelaksanaan KKN selama 35 hari, kami membawa 12 pasukan terdiri dari 6 laki-laki dan 6 perempuan. Kami memiliki beberapa program kerja yang diharapkan bisa memberikan manfaat dan berdampak bagi masyarakat Desa Sukalaksana,” ujar Muhammad Irsyad, sebagaimana diberitakan Bekasikab pada Kamis (23/07/2026).

Salah satu program yang menjadi perhatian ialah pemasangan plang penunjuk dusun sebagai penanda wilayah sekaligus memudahkan masyarakat maupun pendatang menemukan akses menuju dusun, rukun tetangga (RT), rukun warga (RW), hingga gang di lingkungan desa.

Di sektor lingkungan, mahasiswa KKN mengembangkan program pembuatan lubang resapan biopori di setiap dusun. Kegiatan tersebut diawali dengan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan sampah organik menjadi kompos.

“Untuk biopori isinya ada sampah-sampah organik yang nantinya bisa berubah menjadi pupuk kompos. Sehingga bisa digunakan kembali oleh masyarakat untuk kegiatan menanam dan lain sebagainya. Adapun untuk pemasangannya kami lakukan di satu titik satu dusun,” jelasnya.

Pada bidang pendidikan, mahasiswa melaksanakan program Smart Teaching berupa pelatihan bagi guru agar mampu menerapkan metode pembelajaran yang lebih interaktif dengan memanfaatkan smart TV. Kegiatan itu diikuti tenaga pendidik dari empat sekolah di Desa Sukalaksana.

“Smart Teaching merupakan pelatihan untuk guru-guru mengenai pembelajaran yang interaktif, jadi metode belajarnya tidak monoton. Kami mensosialisasikan kepada guru-guru bagaimana cara memaksimalkan smart TV untuk pembelajaran di sekolah dasar,” katanya.

Mahasiswa juga membantu Pemerintah Desa (Pemdes) Sukalaksana mengaktifkan kembali situs web desa serta menambahkan sejumlah fitur yang nantinya dikelola perangkat desa sebagai bagian dari penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital.

“Kita membuka lagi akses untuk website tersebut dan kita juga menambahkan beberapa fitur di website yang akan dikelola oleh perangkat desa nantinya,” tambahnya.

Selain itu, mahasiswa memberikan edukasi mitigasi bencana melalui sosialisasi penanganan gempa bumi dan banjir, sekaligus menggelar program Cerdas Digital yang membahas bahaya judi online (judol), pinjaman online (pinjol), dan berbagai risiko di ruang digital.

“Dalam sosialisasi penanganan bencana, kami memberikan edukasi mengenai apa saja yang harus dilakukan ketika terjadi gempa bumi dan banjir. Misalnya ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung dan terjadi gempa bumi atau banjir, masyarakat maupun siswa harus mengetahui apa yang harus dilakukan,” ungkapnya.

Mahasiswa juga merencanakan program penanaman pohon bekerja sama dengan perusahaan sebagai upaya meningkatkan kualitas lingkungan.

“Untuk selanjutnya kami akan mengadakan program penanaman pohon jadi Unsika akan bekerja sama dengan salah satu perusahaan yang akan mengadakan kegiatan penanaman pohon,” tuturnya.

Rangkaian KKN turut mencakup program Senam Sehat, sosialisasi kesehatan melalui kegiatan Sehati, serta program Ceria yang memberikan pembelajaran mengaji, menulis, dan berhitung bagi anak-anak. Muhammad Irsyad berharap seluruh program tersebut dapat terus dilanjutkan masyarakat setelah masa KKN berakhir sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

“Kami berharap program ini bisa berkelanjutan. Semisal program kami selesai, namun masyarakat tetap bisa melanjutkan program yang sudah kami jalankan selama masa KKN,” pungkasnya. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Belasan Tahun Menanti, Warga Dusun Translok Dorong Pembentukan Desa Baru

PDF đź“„SERAM BAGIAN BARAT – Aspirasi Dusun Translok Menuju Desa Definitif Kembali Diperjuangkan Masyarakat Dusun …

PNM Peduli Benahi Sekolah Desa Wae Moto untuk Masa Depan Anak NTT

PDF đź“„MANGGARAI BARAT – Revitalisasi fasilitas pendidikan di Desa Wae Moto, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa …

Pemprov Kepri Perkuat Posyandu Jadi Pusat Layanan Dasar Masyarakat

PDF đź“„DOMPAK – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memperkuat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *