Solusi Ramah Lingkungan, Limbah Kepala Udang Diolah Jadi Pakan Ternak

KUTAI KARTANEGARA – Pemanfaatan limbah kepala udang dari kawasan tambak di Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menjadi pakan ayam petelur menghadirkan solusi atas persoalan pencemaran sekaligus memperkuat rantai pasok peternakan lokal di Kalimantan Timur (Kaltim). Inovasi tersebut mengubah limbah organik pesisir menjadi bahan baku bernilai ekonomi melalui pengolahan yang terintegrasi.

Pemanfaatan limbah tersebut dikembangkan oleh unit usaha Telor Kita dan Samatelur yang berada di bawah naungan PT Ekosistem Ternak Borneo. Pengolahan limbah kepala udang dipilih karena dinilai lebih realistis dan mudah diserap pasar lokal dibandingkan pengembangan produk turunan seperti kitin maupun kitosan untuk kebutuhan ekspor.

Pemilik usaha, Bambang Saputro, menjelaskan bahwa gagasan tersebut muncul setelah para pemilik tambak udang di Anggana mengeluhkan banyaknya limbah hasil panen yang selama ini dibuang begitu saja dan berpotensi mencemari lingkungan.

“Empat tahun lalu ada masalah limbah kepala udang di Anggana. Pemilik tambak mengeluhkan limbah ini selalu dibuang dan menimbulkan masalah lingkungan. Setelah kami riset, ternyata limbah ini sangat potensial diolah menjadi pakan ternak fungsional,” ujar Bambang Saputro kepada RRI, sebagaimana diberitakan RRI, Rabu (22/07/2026).

Limbah yang telah dikumpulkan kemudian diproses di pabrik pakan yang berada di Desa Loleng, Kecamatan Kota Bangun. Sistem tersebut membentuk rantai pasok yang menghubungkan kawasan pesisir sebagai sumber bahan baku dengan sentra produksi pakan sebelum didistribusikan ke sejumlah wilayah peternakan di Kaltim.

“Prinsip utama kami adalah memanfaatkan potensi lokal yang ada. Limbahnya terkelola dengan baik, peternak mendapatkan pakan berkualitas, dan masyarakat memperoleh pasokan telur yang sehat,” kata Bambang.

Skema pengelolaan tersebut menciptakan ekosistem ekonomi sirkular, mulai dari penyerapan limbah tambak di Anggana, pengolahan di Kota Bangun, hingga penyaluran hasil produksi ke kawasan Samboja, Handil, dan Samarinda. Pendekatan ini diharapkan mampu mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus meningkatkan nilai tambah sektor perikanan dan peternakan daerah. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

27 Mata Air Dijaga, Kearifan Karang Bajo Dipuji Putri Victoria

PDF 📄LOMBOK UTARA – Kearifan masyarakat Desa Adat Karang Bajo Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa …

BBKSDA Pastikan Api Guntur Tak Masuk Kawasan Cagar Alam

PDF 📄GARUT – Kebakaran lahan di sekitar Gunung Guntur dan Gunung Cikuray, Kabupaten Garut, Jawa …

Lubuk Larangan Rio Kemunyang Jadi Andalan Ekonomi Desa

PDF 📄MERANGIN – Kelestarian sungai dan hutan menjadi modal utama Desa Durian Rambun, Kecamatan Muara …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *