SUKOHARJO – Pemerintah Kecamatan Polokarto bersama Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Polokarto Tumoto kembali menggelar Polokarto Tumoto Expo 2026 sebagai ajang promosi produk unggulan desa sekaligus memperkuat kolaborasi pembangunan ekonomi berbasis desa. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari mulai Selasa (21/7) di Gedung Serba Guna Desa Wonorejo itu melibatkan 17 desa di Kecamatan Polokarto.
Pembukaan expo dilakukan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo didampingi Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Sukoharjo, Kepala Dinas (Kadis) Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Camat Polokarto, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Selain menghadirkan pameran produk unggulan desa berupa kuliner, hasil pertanian, dan kerajinan tangan, kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam memperkuat jejaring usaha masyarakat desa, sebagaimana diberitakan RRI, Selasa (21/07/2026).
Ketua BUMDesma Polokarto Tumoto Rini Wahyuni mengatakan, penyelenggaraan expo bertujuan mendorong penguatan ekonomi desa sesuai amanat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.
“BUMDesma yang merupakan transformasi dari program PNPM Mandiri Perdekaan itu mengelola modal awal Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) sebesar Rp2,8 miliar, dan per 31 Desember 2025 telah berkembang pesat menjadi Rp18,2 miliar,” ujarnya.
Ia menambahkan, kinerja usaha BUMDesma terus meningkat sehingga mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Alokasi dana tidak hanya digunakan untuk tambahan modal usaha, melainkan juga disalurkan dalam bentuk bantuan bagi Rumah Tangga Miskin (RTM), dana pelatihan pemberdayaan UMKM, hingga Alokasi Hasil Usaha (PADes) sebesar Rp78.180.000 untuk 17 desa,” katanya.
Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo mengapresiasi penyelenggaraan expo yang mengusung tema Kolaborasi Membangun Desa, Menggerakkan UMKM Menuju Polokarto Tumoto dan Sukoharjo Spektakuler. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, BUMDesma, pemerintah desa, Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), serta pelaku UMKM menjadi fondasi penting dalam mempercepat pembangunan desa.
“Semangat gotong royong atau cancut taliwondo antara jajaran kecamatan, pengurus BUMDesma, Kades, hingga TP PKK dan pelaku UMKM menjadi kunci suksesnya pembangunan daerah,” ujar Eko.
Ia berharap Polokarto Tumoto Expo tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu meningkatkan transaksi pelaku usaha dan memperluas pemasaran produk lokal hingga ke luar Kecamatan Polokarto.
Selain pameran produk desa, rangkaian kegiatan juga diisi seminar diversifikasi bisnis Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) berbasis ekosistem ekonomi desa, pelatihan usaha, hiburan rakyat, pembagian doorprize, lomba poster, fashion show, serta penganugerahan stan terbaik. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara