POLEWALI MANDAR – Kebakaran lahan seluas sekitar lima hektare di Pulau Battoa, Desa Tonyaman, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), berhasil dikendalikan setelah aparat gabungan bersama masyarakat melakukan pemadaman selama beberapa jam. Meski api telah padam, petugas masih memantau sejumlah titik bara untuk mencegah kebakaran kembali meluas.
Operasi pemadaman melibatkan personel Satuan Samapta (Sat Samapta) Kepolisian Resor (Polres) Polman, Kepolisian Sektor (Polsek) Binuang, Kompi IV Batalyon A Pelopor Satuan Brigade Mobil (Sat Brimob) Kepolisian Daerah (Polda) Sulbar, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Tonyaman, serta masyarakat setempat.
Kebakaran pertama kali terjadi pada Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 13.45 WITA di kawasan perbukitan Dusun Kapejang. Api kemudian merambat ke Dusun Lendang yang dipenuhi semak belukar, bambu, dan ilalang kering hingga menjalar ke lahan perkebunan warga yang ditanami ubi dan pisang.
Memasuki hari kedua, personel gabungan bergerak menuju lokasi untuk memadamkan sisa api agar tidak menyebar ke area perkebunan lainnya. Setelah proses pemadaman yang berlangsung selama beberapa jam menggunakan peralatan yang tersedia, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.45 WITA.
Kepala Polsek (Kapolsek) Binuang Rahman mengatakan kolaborasi lintas instansi dan masyarakat menjadi faktor utama keberhasilan pengendalian kebakaran tersebut.
“Kami bersama personel Sat Samapta Polres Polman, personel Kompi IV Batalyon A Pelopor Sat Brimob Polda Sulbar, Babinsa, dan masyarakat bergerak cepat melakukan pemadaman agar api tidak semakin meluas ke lahan perkebunan warga. Alhamdulillah, api berhasil dipadamkan dan situasi tetap aman serta terkendali. Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada selama musim kemarau, tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan titik api,” ujar Rahman, sebagaimana diberitakan Radar Sulbar, Selasa (21/07/2026).
Meski kebakaran telah berhasil dikendalikan, petugas masih melakukan pengawasan karena masih ditemukan titik bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan.
Sementara itu, Komandan Kompi (Danki) IV Batalyon A Pelopor Sat Brimob Polda Sulbar Ilham menegaskan keterlibatan Brimob merupakan bagian dari kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana serta melindungi masyarakat dan lingkungan.
“Kami terus berkomitmen untuk memberikan respons cepat terhadap setiap kejadian yang berpotensi mengganggu keselamatan masyarakat dan lingkungan. Sinergi bersama tim gabungan menjadi kunci dalam penanganan Karhutla agar dampaknya dapat diminimalisir,” ujar Ilham.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Aparat gabungan juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan maupun lahan demi mencegah kejadian serupa terulang. []
Redaksi02 | Nadiya
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara