MANGUPURA – Festival Semarak Pandawa 2026 dimanfaatkan sebagai upaya memperkuat promosi destinasi wisata di Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung (Badung), Bali. Berlangsung selama tiga hari pada 3–5 Juli 2026, kegiatan tersebut menargetkan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan dari rata-rata sekitar 5.000 orang menjadi 6.000 hingga 7.000 orang per hari melalui beragam atraksi budaya, olahraga, dan hiburan yang melibatkan masyarakat setempat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan jalan santai yang diikuti ratusan peserta pada Jumat (3/7). Peserta memulai perjalanan dari Pantai Pandawa menuju kawasan Tanah Barak sambil menikmati panorama tebing kapur yang menjadi salah satu ikon wisata di wilayah tersebut. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana memperkenalkan kembali potensi wisata Desa Kutuh kepada masyarakat.
Festival juga menghadirkan berbagai hiburan gratis bagi pengunjung, mulai dari pertunjukan seni budaya, musik, Tari Kecak, kuis interaktif, hingga turnamen voli pantai yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di kawasan Timbis.
Direktur Bhaga Utsaha Manunggal Desa Adat (BUMDA) Kutuh, Ni Luh Hepi Wiradani Duartha, mengatakan Semarak Pandawa merupakan agenda promosi pertengahan tahun yang berbeda dengan Pandawa Festival yang rutin dilaksanakan pada akhir tahun.
“Semarak Pandawa tahun ini kami khususkan untuk menyasar masyarakat yang sedang menikmati libur sekolah. Selama event, pengunjung dapat menikmati berbagai atraksi budaya, hiburan, dan bahkan ikut terlibat langsung dalam sejumlah kegiatan yang kami siapkan,” ujarnya sebagaimana dilansir Pos Bali, Sabtu (04/07/2026).
Menurut Hepi, panitia memperbanyak kegiatan yang melibatkan pengunjung secara langsung melalui berbagai kuis berhadiah untuk pelajar maupun masyarakat umum agar suasana festival semakin interaktif.
“Kami lebih banyak menghadirkan interaksi dengan pengunjung melalui kuis-kuis menarik. Jadi siapa saja yang datang berpeluang mendapatkan hadiah,” kata Hepi.
Selain itu, Semarak Pandawa 2026 juga memperkenalkan turnamen voli pantai sebagai daya tarik baru yang diikuti empat tim teruna-teruni banjar di Desa Kutuh. Kompetisi tersebut menjadi langkah awal pengembangan konsep sport tourism di Pantai Pandawa.
“Selama ini Pandawa dikenal dengan aktivitas berjemur, berenang, dan kano. Kami melihat generasi muda juga menyukai atraksi dan kegiatan olahraga. Karena itu kami mencoba memperkenalkan voli pantai sebagai daya tarik baru. Jika responsnya bagus, ke depan bisa dikembangkan menjadi kegiatan yang lebih besar dan terbuka untuk umum,” jelasnya.
Penyelenggaraan Semarak Pandawa turut melibatkan sekolah, sanggar seni, komunitas musik, serta kelompok pemuda di Desa Kutuh. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pengembangan sektor pariwisata sekaligus memberikan dampak ekonomi melalui peningkatan kunjungan wisatawan selama festival berlangsung. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara