PANGKEP – Transformasi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) terus dipercepat. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangkep menargetkan seluruh 393 Posyandu di wilayahnya beralih menjadi Posyandu Era Baru sepanjang 2026 guna menghadirkan pelayanan dasar yang terintegrasi hingga tingkat desa.
Target tersebut menjadi fokus dalam bimbingan teknis (bimtek) tim pembina dan pengelola Posyandu yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Pangkep di Hotel Aston, Makassar, Selasa (30/6/2026). Kegiatan itu diikuti tim pembina Posyandu serta kelompok kerja operasional Posyandu tingkat desa dan kecamatan, dengan menghadirkan narasumber dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sulawesi Selatan (Sulsel), Dinas Kesehatan Sulsel, dan Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Pangkep, sebagaimana diberitakan Herald Sulsel, Rabu (1/7/2026).
Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Pangkep Herlina mengatakan pembinaan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pengelola sehingga seluruh Posyandu dapat menjalankan konsep pelayanan baru secara optimal.
“Harapannya, mereka dapat melakukan pembinaan sehingga posyandu semakin aktif dan berkembang. Kita sedang membentuk posyandu era baru dan mudah-mudahan tahun 2026 ini seluruh 393 posyandu di Pangkep dapat bertransformasi menjadi posyandu era baru,” ujarnya.
Menurut Herlina, Posyandu Era Baru mengintegrasikan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), yaitu kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, sosial, perumahan dan kawasan permukiman, serta ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat sehingga pelayanan kepada warga menjadi lebih terpadu.
“Enam OPD yang memiliki SPM inilah yang akan melakukan pembinaan kepada ketua-ketua pokja posyandu sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin terintegrasi,” katanya.
Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau menegaskan Posyandu Era Baru dirancang untuk memberikan pelayanan dasar bagi seluruh kelompok usia, mulai dari ibu hamil hingga lanjut usia.
“Posyandu era baru lebih kepada pelayanan dasar, mulai dari ibu hamil, melahirkan, balita, dewasa hingga lansia. Di posyandu era baru semua terintegrasi di dalamnya,” tutur Yusran.
Ia juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) memperkuat keterlibatan dalam implementasi program agar inovasi pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan meski di tengah keterbatasan anggaran.
“Saya harapkan para pimpinan OPD memiliki keterlibatan yang kuat. Dengan ilmu yang kita berikan kepada kader-kader Posyandu, kita bisa terus berinovasi meskipun dengan anggaran yang minimal,” ucapnya.
Melalui penguatan kapasitas kader dan kolaborasi lintas sektor tersebut, Pemkab Pangkep berharap Posyandu Era Baru mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperluas akses pelayanan dasar, dan memperkuat pembangunan masyarakat hingga tingkat desa. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara