TUBAN – Tiga ekor rusa timor yang diduga lepas dari penangkaran Fuel Terminal (FT) Tuban milik PT Pertamina Patra Niaga sejak pertengahan Mei 2026 hingga kini belum berhasil ditangkap. Keberadaan satwa dilindungi tersebut membuat petani di Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, resah karena merusak tanaman pertanian, terutama bawang merah.
Peristiwa bermula pada Senin (18/05/2026) ketika empat ekor rusa timor keluar dari area penangkaran setelah diduga menemukan celah pada pagar pembatas yang terbentuk akibat perbedaan kontur tanah. Dari empat rusa yang lepas, satu ekor kemudian ditemukan mati, sedangkan tiga lainnya masih berkeliaran di sekitar permukiman dan lahan pertanian warga.
Kepala Desa (Kades) Tasikharjo, Damuri, membenarkan bahwa kerusakan tanaman yang dikeluhkan petani disebabkan oleh rusa yang masih berkeliaran di wilayah desanya. “Iya, sekali pasca-kejadian saja mencari,” ujar Damuri, sebagaimana dilansir Kompas, Selasa (30/06/2026).
Menurut Damuri, warga berharap upaya pencarian tidak berhenti pada tahap awal karena keberadaan rusa terus mengganggu aktivitas pertanian. “Dampaknya ya kerusakan tanaman seperti ini,” katanya.
Keluhan petani semakin mengemuka setelah sebuah video yang direkam pada Minggu (28/06/2026) memperlihatkan jejak rusa di lahan bawang merah yang rusak. Dalam rekaman tersebut, perekam video mengatakan, “Rusa masih ada,” sambil menunjukkan bekas pijakan satwa di area pertanian.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & Corporate Social Responsibility (CSR) Jatimbalinus PT Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, dalam keterangan tertulis menyatakan perusahaan terus melakukan pencarian bersama pihak yang memiliki kompetensi di bidang konservasi.
“Sejak awal kejadian, kami berfokus pada upaya pencarian dan penyelamatan satwa dengan melibatkan berbagai pihak yang memiliki kompetensi di bidang konservasi. Langkah-langkah yang dilakukan mencakup patroli lapangan, pemantauan menggunakan drone, serta pendampingan dari dokter hewan dan zoo keeper guna memastikan proses pencarian dilakukan secara aman dan sesuai standar,” jelas Ahad.
Selain melakukan pencarian, PT Pertamina Patra Niaga menyatakan telah memperbaiki pagar penangkaran dan berencana merenovasi fasilitas tersebut sesuai standar yang diverifikasi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur. Warga berharap tiga rusa yang masih berkeliaran dapat segera dievakuasi sehingga tidak lagi menimbulkan kerusakan pada lahan pertanian maupun mengganggu aktivitas masyarakat desa. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara