Inovasi Kampus Turun ke Desa, OVOD UMMI Fokus Selesaikan Persoalan Masyaraka

SUKABUMI Program One Village One Department (OVOD) yang dikembangkan Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) menjadi model pengabdian masyarakat berbasis inovasi yang diarahkan untuk mempercepat pembangunan desa melalui penerapan hasil riset dan pendampingan berkelanjutan. Program ini menempatkan desa sebagai ruang implementasi ilmu pengetahuan guna menjawab berbagai persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

Gagasan tersebut disampaikan akademisi UMMI, Reny Sukmawani, dalam tulisan yang membahas pentingnya hilirisasi riset perguruan tinggi agar tidak berhenti pada publikasi akademik, melainkan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Menurutnya, pembangunan desa memegang peran penting dalam mewujudkan kemajuan nasional karena sebagian besar wilayah Indonesia merupakan kawasan perdesaan dengan potensi sekaligus tantangan yang beragam.

Sebagaimana diwartakan Sukabumiupdate, Selasa, (23/06/2026), Program OVOD UMMI hadir melalui pendekatan satu desa didampingi satu program studi atau unit akademik yang berkontribusi sesuai bidang keilmuannya. Skema tersebut dirancang untuk memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan pembangunan secara terpadu.

Melalui program tersebut, UMMI mengembangkan sembilan inovasi utama yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat desa. Inovasi tersebut meliputi REKABUMI untuk pengelolaan sampah berbasis masyarakat, CENDEKIA untuk pencegahan stunting, TELAGA guna meningkatkan akses air bersih, BRAY sebagai solusi energi alternatif desa, serta JASMINE yang memperluas akses internet dan literasi digital masyarakat.

Selain itu, terdapat LABA yang berfokus pada penguatan usaha dan ekonomi desa, ASRI untuk ketahanan pangan keluarga, TIRTA yang menghadirkan teknologi irigasi efisien bagi sektor pertanian, serta LENTERA DESA yang mendukung peningkatan akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah perdesaan.

Reny menjelaskan bahwa keunggulan OVOD terletak pada orientasi keberlanjutan program. Setiap inovasi tidak hanya ditujukan untuk menyelesaikan persoalan jangka pendek, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat dan kelembagaan desa agar mampu berkembang secara mandiri setelah pendampingan berakhir.

Menurutnya, paradigma perguruan tinggi saat ini tidak cukup hanya menghasilkan lulusan dan publikasi ilmiah. Kampus juga dituntut menjadi agen perubahan sosial yang mampu menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Program OVOD dinilai menunjukkan bahwa sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dapat menghasilkan inovasi yang berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup warga desa. Pendekatan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pembangunan desa merupakan fondasi utama dalam mewujudkan Indonesia yang maju, berkeadilan, dan berkelanjutan. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

PPGI Kebumen dan Pemdes Sampang Kolaborasi Tingkatkan Daya Saing Gula Semut

PDF 📄KEBUMEN – Upaya meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan desa menuju pasar internasional mulai digerakkan …

Lopak Alay Bidik Status Sentra Ikan Air Tawar Jambi

PDF 📄MUARO JAMBI – Upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa terus dilakukan …

Jagung Pipil di Desa Lirik Area Siap Panen, Dorong Kesejahteraan Warga

PDF 📄INDRAGIRI HULU – Pemanfaatan lahan tidak produktif melalui skema pinjam pakai antara perusahaan, kepolisian, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *