KARAWANG – Proyek penguatan ketahanan pangan berbasis jagung hibrida di wilayah Karawang Timur memasuki tahap akhir menjelang panen raya setelah lahan demplot di Desa Warung Bambu menunjukkan perkembangan tanaman yang dinilai optimal dan siap dipetik dalam waktu dekat.
Program budidaya jagung hibrida ini merupakan bagian dari inisiatif kolaboratif yang melibatkan Polres Karawang bersama kelompok tani di Desa Warung Bambu, dengan fokus memperkuat ketersediaan pangan alternatif di tingkat lokal melalui pemanfaatan lahan produktif seluas sekitar satu hektare.
Tahap akhir pengelolaan lahan saat ini difokuskan pada proses pengeringan alami tanaman sebelum panen massal dilakukan. Hasil pemantauan menunjukkan jagung hibrida yang ditanam dalam program tahap kedua telah memasuki fase pematangan sempurna dan siap dipanen sesuai jadwal yang telah direncanakan.
Pihak kepolisian yang terlibat dalam pendampingan program ini menilai bahwa keberhasilan pengembangan demplot tidak hanya berdampak pada peningkatan hasil pertanian, tetapi juga memperkuat pola kemitraan antara aparat dan masyarakat dalam sektor ekonomi produktif.
“”Kami hadir untuk memberikan dukungan dan motivasi kepada para petani, agar tetap semangat meningkatkan hasil produksi pertanian. Peninjauan tanaman jagung hibrida tahap kedua merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional, melalui pendampingan dan pengawasan sektor pertanian di wilayah hukum Polres Karawang.” Kapolres Karawang AKBP Fiki Novian Ardiansyah mengonfirmasi komitmen lembaganya tersebut saat melakukan peninjauan di lokasi pada Senin sebagaimana diberitakan Fin, Selasa (23/06/2026).
Ia menegaskan bahwa pengawasan dilakukan untuk memastikan tanaman tumbuh optimal tanpa gangguan hama maupun kendala teknis, sekaligus menjaga kualitas hasil panen agar dapat memberikan nilai ekonomi maksimal bagi petani.
Selain itu, sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah, dan petani disebut menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas produksi pangan daerah. Program demplot jagung ini juga diproyeksikan menjadi model pengembangan pertanian terpadu yang dapat diterapkan di wilayah lain di Kabupaten Karawang.
Dengan memasuki fase panen, hasil proyek ini diharapkan mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara