ACEH SINGKIL – Stabilnya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani yang bertahan di kisaran Rp2.600 per kilogram menjadi penopang utama ekonomi masyarakat di tengah persiapan masa panen raya yang diperkirakan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan di Kabupaten Aceh Singkil.
Komoditas kelapa sawit yang menjadi tulang punggung ekonomi warga di Kabupaten Aceh Singkil ini masih menunjukkan harga yang relatif stabil sejak dua pekan terakhir, memberikan ruang bagi petani untuk menjaga pendapatan di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga, termasuk biaya pendidikan.
Di sejumlah sentra perkebunan, aktivitas panen dan distribusi hasil sawit terus berlangsung normal. Para pengepul mencatat volume transaksi cenderung stabil bahkan mulai menunjukkan tren peningkatan menjelang puncak panen raya yang diperkirakan terjadi pada periode Juli hingga Oktober.
Seorang petani sawit, Wandi, mengungkapkan bahwa harga yang bertahan saat ini cukup membantu kebutuhan keluarga. “Harga sawit lumayan, bisalah membantu biaya anak mau masuk sekolah,” katanya, Selasa (23/06/2026) sebagaimana diberitakan Serambi Indonesia, Selasa (23/06/2026).
Sektor kelapa sawit sendiri menjadi sumber penghidupan utama bagi mayoritas warga di wilayah tersebut, mulai dari pemilik kebun, pekerja panen, hingga jasa angkutan hasil kebun. Kondisi ini membuat fluktuasi harga sangat memengaruhi perputaran ekonomi lokal.
Para pelaku usaha di tingkat pengepul menilai stabilnya harga juga didukung oleh pasokan tandan buah segar yang relatif konsisten. Meski demikian, masyarakat berharap harga tetap terjaga saat memasuki puncak panen agar tidak terjadi penurunan yang dapat menekan pendapatan petani.
Data perkebunan di Aceh Singkil menunjukkan wilayah ini termasuk salah satu daerah dengan luas kebun sawit terbesar di Aceh, dengan ribuan hektare kebun rakyat maupun perusahaan yang menopang produksi komoditas tersebut.
Dengan kondisi harga yang stabil menjelang panen raya, petani berharap momentum ini dapat terus berlanjut agar kesejahteraan masyarakat berbasis perkebunan sawit tetap terjaga. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara