LEBAK – Semangat gotong royong kembali digerakkan di sejumlah desa di wilayah Lebak Selatan melalui kegiatan perbaikan jalan dan jembatan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Program tersebut menjadi upaya mempercepat penanganan infrastruktur desa di tengah keterbatasan anggaran pembangunan yang masih dihadapi berbagai daerah.
Kegiatan perbaikan jalan dilakukan di beberapa titik selama Juni 2026 dengan dukungan dana swadaya yang diberikan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten, Musa Weliansah. Setiap lokasi mendapatkan bantuan sebesar Rp10 juta untuk mendukung pekerjaan perbaikan sementara sebelum pembangunan permanen dilakukan pemerintah.
Musa Weliansah menilai budaya gotong royong perlu terus dipertahankan karena menjadi kekuatan utama masyarakat desa dalam menjawab berbagai kebutuhan pembangunan.
“Di tengah kebijakan efisiensi dan keterbatasan anggaran pembangunan infrastruktur hingga tingkat desa, masyarakat tetap dapat berperan aktif dalam pembangunan melalui kegiatan gotong royong. Salah satunya dengan melakukan perbaikan jalan secara swadaya sebelum nantinya dibangun secara permanen oleh pemerintah,” ujar Musa Weliansah, sebagaimana dilansir Radar Banten, Senin (22/06/2026).
Ia menjelaskan kegiatan yang dikenal masyarakat sebagai “ngahadean” jalan dan jembatan tersebut rutin dilaksanakan setiap bulan secara bergiliran di sejumlah desa di Lebak Selatan. Beberapa lokasi yang menjadi sasaran pada Juni 2026 meliputi Jalan Poros Desa Jalupang Girang di Kecamatan Banjarsari, Jalan Desa Pagelaran di Kecamatan Malingping, Jalan Poros Kabupaten di Kecamatan Cihara, Jalan Poros Desa Sukatani di Kecamatan Wanasalam, serta Jalan Poros Desa Cidahu di Kecamatan Banjarsari.
“Ini merupakan bentuk komitmen saya dalam membantu masyarakat yang ada di wilayah Lebak. Saya ingin, keberadaan saya di DPRD Banten dapat memberikan manfaat dan kontribusi nyata bagi daerah,” tegas politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut.
Camat Banjarsari, Mahfud Basyir, mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, gotong royong tidak hanya memperbaiki kondisi jalan desa, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian warga terhadap pembangunan lingkungan.
“Kegiatan ini menjadi contoh nyata sinergi antara masyarakat dan pemerintah dalam menjaga serta meningkatkan kualitas infrastruktur desa. Semangat gotong royong harus terus dipertahankan sebagai modal sosial dalam pembangunan daerah,” kata Mahfud Basyir.
Ia menilai perbaikan jalan berbasis partisipasi masyarakat dapat menjadi solusi sementara bagi kebutuhan infrastruktur yang mendesak sambil menunggu realisasi pembangunan permanen dari pemerintah.
“Alhamdulillah, ruas jalan poros desa di Banjarsari mendapat perhatian dari Anggota DPRD Banten. Ini contoh nyata keberpihakan wakil rakyat terhadap masyarakat yang diwakilinya,” ungkap mantan Camat Cirinten ini.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin aktif berpartisipasi dalam pembangunan desa. Selain meningkatkan kualitas akses transportasi, semangat gotong royong juga menjadi modal penting untuk mempercepat pembangunan wilayah dan memperkuat kebersamaan antarwarga. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara