FLORES TIMUR – Musyawarah dan mediasi kepengurusan Yayasan Pendidikan Katolik Dasa Marga Witihama di Desa Pledo, Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur, menjadi titik krusial dalam upaya menjaga keberlanjutan layanan pendidikan di wilayah tersebut, di tengah dinamika pengelolaan lembaga yang melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pemerintah daerah.
Pertemuan yang digelar di Aula Yessing, Desa Pledo, pada Sabtu (20/06/2026) itu tidak hanya menjadi forum penyelesaian perbedaan pandangan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat tata kelola yayasan agar tetap mampu mendukung akses dan mutu pendidikan bagi masyarakat Kecamatan Witihama.
Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai pihak, mulai dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Flores Timur (Flotim), Camat Witihama, Komando Rayon Militer (Koramil) 1624-02/Adonara, Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), para kepala desa terkait, pengurus yayasan, kepala sekolah SMAK Lamaholot, tokoh adat, hingga tokoh masyarakat, yang menunjukkan tingginya perhatian terhadap keberlangsungan pendidikan di wilayah tersebut.
Dalam forum tersebut, seluruh pihak diberi ruang untuk menyampaikan pandangan secara terbuka terkait pengelolaan yayasan. Pendekatan dialogis dipilih sebagai jalan tengah untuk menghindari potensi perpecahan serta memastikan keputusan yang diambil dapat diterima bersama.
Kehadiran aparat kewilayahan dari Koramil 1624-02/Adonara dan Bhabinkamtibmas turut memastikan jalannya musyawarah berlangsung aman, tertib, dan kondusif, sekaligus memperkuat peran fasilitasi dalam penyelesaian persoalan sosial di tingkat lokal.
Anggota Koramil 1624-02/Adonara, tanpa disebutkan gelar dan pangkat, menyampaikan bahwa musyawarah merupakan langkah tepat dalam menyelesaikan persoalan secara damai dan berkeadilan, sebagaimana dilansir RRI, Sabtu (20/06/2026), “Kopda Agus Priyanto mengatakan musyawarah dan mediasi merupakan langkah tepat dalam menyelesaikan persoalan secara damai dan bijaksana. Menurutnya, komunikasi yang baik menjadi kunci dalam menjaga hubungan harmonis antar pihak yang terlibat.”
Ia juga menegaskan harapan agar seluruh elemen yang terlibat tetap menjaga persatuan demi kemajuan pendidikan di Kecamatan Witihama, karena stabilitas sosial dinilai menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan lembaga pendidikan.
Dari hasil musyawarah tersebut, muncul harapan baru agar pengelolaan Yayasan Pendidikan Katolik Dasa Marga Witihama dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan di Flores Timur, khususnya bagi generasi muda di tingkat desa. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara