HALMAHERA BARAT – Festival Teluk Jailolo (FTJ) 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi budaya dan pariwisata, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat nilai spiritual masyarakat melalui Tabligh Akbar dan doa bersama menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di Desa Dodinga, Kecamatan Jailolo Selatan, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar).
Kegiatan yang digelar dalam rangkaian FTJ ke-17 tersebut untuk pertama kalinya menggabungkan perhelatan budaya dengan kegiatan keagamaan. Selain menjadi bagian dari agenda nasional Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, festival ini juga menandai pencanangan Desa Dodinga sebagai Kampung Wallace, kawasan wisata edukatif berbasis sejarah, ilmu pengetahuan, budaya, dan konservasi lingkungan.
Staf Ahli Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halbar Bidang Hukum dan Politik, Imrat Idrus, yang membacakan sambutan Bupati Halbar James Uang, menegaskan bahwa kegiatan tersebut memiliki makna lebih luas dibanding sekadar seremoni pembukaan festival.
“Festival bukan hanya menjadi ajang hiburan dan promosi pariwisata, tetapi juga momentum memperkuat nilai spiritual, persaudaraan, kebersamaan, serta rasa syukur atas segala anugerah yang diberikan Tuhan kepada daerah yang kita cintai ini,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Tribun Ternate, Sabtu (20/06/2026).
Menurutnya, doa bersama menjadi ikhtiar kolektif masyarakat untuk memohon kelancaran seluruh rangkaian FTJ sekaligus memperkuat persatuan dan stabilitas sosial yang mendukung pembangunan daerah.
“Melalui doa bersama ini, kita memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar pelaksanaan Festival Teluk Jailolo berjalan aman, lancar, sukses, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Halmahera Barat.”
“Kita juga berdoa agar daerah kita senantiasa diberikan kedamaian, kemajuan, kesejahteraan, serta dijauhkan dari segala bentuk bencana maupun perpecahan,” katanya.
FTJ 2026 mengusung tema Cultural Heritage Collaboration for Upscale Tourism atau Kolaborasi Warisan Budaya untuk Peningkatan Pariwisata. Festival ini dipusatkan di Desa Dodinga dan menjadi salah satu agenda unggulan yang masuk dalam KEN.
Selain menghadirkan berbagai atraksi budaya, kegiatan juga diisi ceramah agama oleh KH M. Rusli Amin serta penampilan qasidah dari Nurwahida M. Djae dan Rajilun Muksin yang menambah semarak suasana penyambutan Tahun Baru Islam.
Pemerintah daerah menilai FTJ telah berkembang menjadi identitas penting Halbar dalam memperkenalkan kekayaan budaya, keindahan alam, dan keramahan masyarakat kepada khalayak yang lebih luas. Karena itu, partisipasi masyarakat dinilai menjadi faktor utama dalam menjaga keberhasilan penyelenggaraan festival dari tahun ke tahun.
“Festival Teluk Jailolo merupakan kebanggaan masyarakat Halmahera Barat. FTJ adalah wadah untuk memperkenalkan kekayaan budaya, keindahan alam, serta keramahan masyarakat kepada dunia.”
“Karena itu, saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadi tuan rumah yang baik dengan menjaga kebersihan, keamanan, dan ketertiban selama kegiatan berlangsung,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, pemerintah juga mengajak masyarakat terus memelihara semangat persatuan, gotong royong, dan toleransi sebagai modal sosial untuk mendukung kemajuan daerah.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.”
“Semoga doa dan zikir yang kita panjatkan malam ini dikabulkan Tuhan Yang Maha Esa serta membawa keberkahan bagi daerah dan seluruh masyarakat Halmahera Barat,” pungkasnya. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara