Qodari: KDMP Bisa Ciptakan 1,4 Juta Pekerjaan

JAKARTA Pemerintah menyoroti potensi besar Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai motor penciptaan lapangan kerja baru di tingkat desa, dengan proyeksi penyerapan hingga 1,4 juta tenaga kerja apabila program nasional tersebut berjalan sesuai target pembangunan.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari menyampaikan bahwa skema KDMP dirancang tidak hanya sebagai penguatan ekonomi desa, tetapi juga sebagai instrumen perluasan kesempatan kerja berbasis komunitas lokal. Ia menyebut, target besar itu dapat tercapai jika pembangunan 80.000 unit koperasi desa terealisasi hingga 2029.

Menurut perhitungan yang disampaikan Qodari, setiap unit gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) akan melibatkan satu manajer hasil rekrutmen nasional serta 17 pekerja lokal yang diprioritaskan berasal dari desa setempat. Dengan pola tersebut, total penyerapan tenaga kerja diproyeksikan mencapai skala jutaan orang secara nasional.

“Setiap gerai KDKMP melibatkan satu manajer yang telah mengikuti rekrutmen nasional serta 17 pekerja lokal yang seluruhnya diprioritaskan berasal dari desa setempat,” kata Qodari, Rabu (17/6) sebagaimana diberitakan Jpnn, Jumat, (19/06/2026).

Qodari menilai KDMP bukan sekadar program ekonomi jangka pendek, melainkan investasi sosial yang diharapkan mampu memperkuat kemandirian desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui aktivitas usaha berbasis lokal.

Di sisi lain, Ketua Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia Mukhamad Misbakhun menegaskan bahwa skema pembiayaan KDMP tidak secara langsung menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ia menjelaskan bahwa pendanaan lebih banyak bersumber dari mekanisme perbankan dan pemberdayaan dana desa.

“Enggak, yang perlu dievaluasi apanya begitu lho? Koperasi Desa Merah Putih ini mekanismenya bukan APBN. Jadi enggak ada kaitannya dengan APBN,” ujarnya.

Lebih lanjut, skema pembiayaan KDMP disebut melibatkan kerja sama dengan Agrinas, kredit dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), serta optimalisasi sebagian Dana Desa. Model ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan koperasi tanpa membebani anggaran negara secara langsung.

Program KDMP kini diposisikan sebagai salah satu strategi penguatan ekonomi desa berbasis koperasi yang diharapkan mampu membuka jutaan peluang kerja baru sekaligus memperkuat struktur ekonomi lokal di berbagai daerah Indonesia. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Kritik Sosial Dikemas Humor, Duta Badung Tampil Memukau di PKB

PDF đź“„ADUNG – Duta Kabupaten Badung melalui Sanggar Seni Semar Pegulingan Sekar Tunjung Biru, Desa …

Lubuk Larangan Rantau Kermas, Warisan Adat yang Menjaga Ikan dan Hutan

PDF đź“„MERANGIN – Tradisi lubuk larangan yang dijalankan masyarakat adat di Desa Rantau Kermas, Kecamatan …

Tim Penilai Kalsel Tinjau Langsung Potensi dan Inovasi Desa Semayap

PDF đź“„KOTABARU – Desa Semayap, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru (Kotabaru), menjalani verifikasi lapangan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *