Pemprov Jatim Kebut Peremajaan Tebu Demi Perkuat Produksi Gula Nasional

MALANG Transformasi sektor pergulaan nasional terus diperkuat melalui program peremajaan tanaman tebu atau bongkar ratoon yang dilaksanakan serentak di Provinsi Jawa Timur (Jatim). Program ini ditargetkan menjangkau 54.897 hektare lahan tebu di 24 kabupaten guna meningkatkan produktivitas dan mendukung swasembada gula nasional.

Kegiatan panen dan tanam tebu serentak tersebut berlangsung di Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang (Malang), Kamis (18/6/2026). Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim menjadikan program ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat produksi gula nasional melalui peremajaan tanaman, penggunaan bibit unggul, dan penerapan budidaya yang lebih efektif.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa Jatim memiliki peran penting sebagai sentra produksi tebu terbesar di Indonesia sehingga harus menjadi penggerak utama swasembada gula.

“Program bongkar ratoon yang dilaksanakan hari ini merupakan langkah nyata untuk memperkuat sektor pergulaan nasional melalui peremajaan tanaman, penggunaan bibit unggul, dan penerapan budidaya yang lebih baik,” ujarnya, sebagaimana dilansir Surya, Kamis (19/06/2026).

Menurut Khofifah, realisasi program hingga akhir Juni telah mencapai sekitar 26.922 hektare atau 49 persen dari target keseluruhan. Karena itu, diperlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani tebu.

Dari tingkat nasional, Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan), Abdul Roni Angkat, menyebut bongkar ratoon merupakan strategi penting untuk mengembalikan produktivitas lahan tebu rakyat yang mulai mengalami penurunan hasil panen.

“Tanaman tebu yang telah mengalami penurunan produktivitas perlu diremajakan agar potensi hasil dapat kembali optimal,” katanya.

Ia menambahkan pemerintah akan terus memberikan dukungan melalui penyediaan benih unggul, pendampingan teknis, serta program budidaya yang lebih efisien bagi petani.

Sementara itu, Direktur Operasional (Dirops) PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Kuntoro Boga Andri, menilai keberhasilan program sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan petani.

“Kegiatan ini merupakan upaya PT SGN untuk memperkuat produktivitas lahan, meningkatkan kualitas bahan baku, dan mendukung target swasembada gula nasional,” jelasnya.

Menurut Kuntoro, kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi penting dalam membangun industri gula yang berdaya saing dan berkelanjutan.

“Kami optimistis program bongkar ratoon akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas tebu,” tambahnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Malang Sanusi, jajaran Kementan, serta perwakilan SGN. Program peremajaan tebu di Desa Putukrejo diharapkan menjadi model pengembangan pertanian tebu modern yang dapat diterapkan di berbagai daerah guna memperkuat ketahanan pangan dan mempercepat terwujudnya swasembada gula nasional. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Ribuan Desa Berpotensi Ekspor, Namun Empat Persoalan Ini Harus Diselesaikan

PDF đź“„JAKARTA – Upaya mewujudkan 5.000 Desa Ekspor dinilai masih menghadapi sejumlah tantangan mendasar. Badan …

BUMDes Didorong Jadi Ujung Tombak Ekspor Produk Desa

PDF đź“„JAKARTA – Program 5.000 Desa Ekspor yang digagas Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal …

Produktivitas Padi Melonjak, Petani Situbondo Sukses Manfaatkan Limbah Dapur

PDF đź“„SITUBONDO – Inovasi pemanfaatan limbah dapur menjadi Pupuk Organik Cair (POC) terbukti mampu meningkatkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *