LOMBOK TENGAH – Desa Wisata Pajangan di Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Nusa Tenggara Barat (NTB), terus memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat dengan mengandalkan perpaduan wisata alam, budaya, kerajinan, hingga pengalaman menginap bersama warga lokal. Pengembangan tersebut didukung inovasi digital dan konsep wisata terpadu yang melibatkan potensi desa sekitar.
Desa Pajangan menawarkan beragam daya tarik yang menjadi magnet bagi wisatawan. Panorama Gunung Rinjani, hamparan persawahan, perbukitan savana, serta aktivitas wisata berbasis alam menjadi kekuatan utama desa tersebut dalam menarik kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.
Kepala Desa (Kades) Pajangan, Samiun, mengatakan wisatawan dapat menikmati pengalaman berbeda melalui aktivitas berkuda di kawasan perbukitan desa.
“Di sini, wisatawan juga bisa menikmati sensasi naik ke atas bukit dengan berkuda atau sekadar menikmati matahari terbenam (sunset) yang eksotis,” ucap Samiun, sebagaimana diberitakan Tribun Lombok, Jumat (19/06/2026).
Selain potensi alam, Desa Pajangan dikenal sebagai salah satu sentra kerajinan ketak terbesar di NTB. Sekitar 1.500 perajin dari lebih dari 3.000 penduduk desa terlibat dalam produksi kerajinan yang menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat. Aktivitas menganyam dapat ditemukan hampir di setiap rumah warga yang tersebar di enam wilayah kedusunan.
Desa ini juga memiliki aliran sungai yang bersumber langsung dari mata air Gunung Rinjani. Sungai tersebut menghubungkan enam wilayah kedusunan dengan karakteristik berbeda dan menjadi salah satu lokasi favorit wisatawan untuk menikmati suasana pedesaan.
“Berenang di sungai yang jernih menjadi cara sempurna untuk memanjakan diri dan merasakan suasana pedesaan yang kental,” kata Samiun.
Untuk memperkaya pengalaman wisata, Pemerintah Desa (Pemdes) Pajangan menyediakan fasilitas bersepeda keliling kampung serta wisata berkuda yang dikelola masyarakat setempat. Di sisi lain, desa ini juga mengembangkan pertanian organik tanpa bahan kimia sebagai bagian dari konsep wisata berkelanjutan.
Kekayaan budaya turut menjadi daya tarik tersendiri. Tradisi membaca lontar masih dipertahankan dan diperkenalkan kepada wisatawan sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan budaya lokal di tengah perkembangan zaman.
Dari sisi akomodasi, Desa Pajangan telah memiliki tujuh homestay berstandar internasional. Wisatawan juga dapat menginap di rumah-rumah warga dengan tarif terjangkau, sehingga memperoleh pengalaman langsung berinteraksi dengan masyarakat setempat.
Penguatan identitas desa wisata dilakukan melalui peluncuran situs resmi dan konsep “Pajangan 5 Star Sister Village” yang mengintegrasikan potensi wisata dari lima desa. Konsep tersebut diharapkan mampu memperluas promosi destinasi sekaligus meningkatkan kunjungan wisata ke kawasan pedesaan di Loteng.
Samiun menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi fokus utama agar masyarakat mampu memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan.
“Dengan segala potensi tersebut, Desa Pajangan siap menyambut Anda untuk merasakan sensasi wisata pedesaan yang sesungguhnya,” pungkasnya.
Pengembangan Desa Wisata Pajangan diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, memperkuat pelestarian budaya lokal, serta menjadikan desa sebagai salah satu destinasi unggulan wisata berbasis komunitas di NTB. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara