PACITAN – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PUPR) mengucurkan anggaran sekitar Rp14 miliar untuk memperkuat infrastruktur dasar di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, dengan fokus pada penyediaan air bersih bagi empat desa serta pembangunan fasilitas pengolahan lumpur tinja yang ditargetkan selesai pada akhir 2026.
Bantuan tersebut dialokasikan untuk dua proyek strategis, yakni pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Dadapan senilai sekitar Rp9 miliar serta Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kalikedungkebonharjo senilai sekitar Rp5 miliar yang kini mulai dikerjakan dan ditargetkan melayani ratusan rumah tangga.
Pelaksanaan program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat layanan dasar masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang masih menghadapi keterbatasan akses air bersih dan sanitasi layak.
Kepala Bidang Penyehatan Lingkungan dan Air Minum Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pacitan, Tonny Setyo Nugroho, mengatakan bantuan tersebut berasal dari Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum sebagaimana dilansir Ketik, Friday, (19/06/2026).
“Di sektor Cipta Karya, Kabupaten Pacitan tahun ini mendapatkan dua alokasi anggaran dari Kementerian PU. Pertama pembangunan IPLT di TPA Dadapan dan kedua pembangunan SPAM Kalikedungkebonharjo,” kata Tonny.
Ia menjelaskan, SPAM Kalikedungkebonharjo merupakan sistem penyediaan air minum yang dirancang untuk menjangkau empat desa, yakni Desa Kalikuning, Kedungbendo, Kebondalem, dan Mangunharjo. Sumber air diambil dari kawasan Telogo Sono di Desa Kalikuning, kemudian dialirkan ke reservoir di Kebondalem sebelum didistribusikan ke masyarakat.
“Konsepnya sumber air dari Telogosono di Kalikuning kita naikkan ke Kebondalem, kemudian dimanfaatkan untuk empat desa tersebut,” jelasnya.
Tonny menyebutkan, proyek SPAM tersebut ditargetkan mampu melayani sekitar 360 sambungan rumah (SR) yang selama ini masih mengalami keterbatasan akses air bersih. Pekerjaan fisik telah dimulai dan ditargetkan rampung pada November hingga awal Desember 2026.
Sementara itu, pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di TPA Dadapan masih menunggu penandatanganan kontrak, namun pelaksanaan proyek diperkirakan segera dimulai dalam waktu dekat dengan masa pengerjaan sekitar lima hingga enam bulan.
Menurut DPUPR Pacitan, kehadiran dua proyek ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan dasar, baik dalam pengelolaan sanitasi lingkungan maupun pemenuhan kebutuhan air bersih yang berkelanjutan bagi masyarakat pedesaan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara