DELI SERDANG – Upaya mempercantik kawasan sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dengan menggelar Lomba Mural Kreatif di kawasan bantaran Sungai Percut, Desa Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan, pada Kamis (18/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat kabupaten sekaligus rangkaian Hari Jadi ke-80 Deli Serdang.
Kegiatan tersebut melibatkan kolaborasi lintas perangkat daerah, yakni DLH, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (Perkimtan), serta Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Keluarga Berencana (P3AP2KB). Selain itu, peserta yang terdiri dari pelajar, guru, warga desa, hingga komunitas mural turut ambil bagian dalam lomba yang berlangsung satu hari penuh.
Kepala DLH Deli Serdang, Rio Laka Dewa, menegaskan bahwa Desa Percut dipilih karena memiliki posisi strategis sebagai wajah daerah sekaligus kawasan yang dikenal sebagai destinasi kuliner laut. Ia menyebut penataan lingkungan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja sama lintas sektor.
“Melalui kolaborasi antarperangkat daerah, kami ingin menunjukkan bahwa perubahan kawasan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Dinas Lingkungan Hidup, Perkimtan, maupun P3AP2KB harus bersinergi untuk mewujudkan kawasan yang lebih baik,” katanya sebagaimana dilansir Sumber Berita, Kamis (18/6/2026).
Ia menambahkan bahwa lomba mural bukan hanya ajang seni, tetapi juga sarana edukasi untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Harapannya, perubahan yang terjadi tidak hanya terlihat dari aspek fisik, tetapi juga dari perubahan perilaku warga.
“Kami ingin kawasan ini berubah bukan hanya dari tampilannya, tetapi juga dari peradaban dan kesadaran masyarakatnya. Ke depan, perubahan itu harus dijaga secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkimtan Deli Serdang, Yetty Sembiring, menjelaskan bahwa Desa Percut saat ini masih masuk dalam kategori kawasan kumuh berdasarkan sejumlah indikator seperti sanitasi, pengelolaan sampah, dan kondisi permukiman. Untuk itu, pemerintah daerah mendorong transformasi kawasan melalui konsep “Kampung Berkah”.
Ia menegaskan bahwa penataan kawasan dilakukan dengan pendekatan kolaboratif agar Desa Percut dapat berkembang menjadi lingkungan yang lebih tertata sekaligus berpotensi menjadi destinasi wisata baru yang memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Di sisi lain, Kepala Dinas P3AP2KB, dr Alfian Zunaidi Siregar, menyoroti pentingnya pembangunan keluarga sehat sebagai fondasi lingkungan yang berkualitas. Ia menekankan bahwa pola asuh anak, pemenuhan gizi, serta lingkungan rumah yang sehat menjadi bagian penting dalam pembangunan berkelanjutan.
“Lingkungan yang bersih harus didukung keluarga yang sehat. Ketika lingkungan tertata dan masyarakat kreatif, maka secara otomatis kondisi ekonomi masyarakat juga akan semakin baik,” pungkasnya.
Kegiatan mural ini diharapkan menjadi langkah awal perubahan kawasan Percut menuju lingkungan yang lebih bersih, tertata, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam menjaga ruang hidup yang berkelanjutan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara