KULON PROGO – Upaya memperkuat ekowisata berkelanjutan di Desa Wisata Sermo mendapat dukungan dari Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui program edukasi pengelolaan sampah rumah tangga dan pembuatan pupuk organik bagi masyarakat di Kalurahan Hargowilis, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Desa Mitra tersebut digelar pada 15 Juni 2026 di Joglo Desa Wisata Sermo dengan melibatkan warga, pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dewi Sermo, dosen, serta mahasiswa Fakultas Biologi UGM. Program ini difokuskan pada peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengelola sampah organik menjadi produk bernilai guna sekaligus mendukung keberlanjutan sektor wisata desa.
Edukasi tersebut dilatarbelakangi kebutuhan masyarakat terhadap pupuk pertanian yang selama ini harus diperoleh dari wilayah lain dengan jarak relatif jauh. Melalui pelatihan ini, warga didorong untuk memanfaatkan limbah organik rumah tangga sebagai bahan baku pupuk sehingga mampu mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.
Ketua Pokdarwis Dewi Sermo, Mujari, membuka kegiatan dengan memaparkan perkembangan dan sejarah Desa Wisata Sermo. Dukuh Sermo Lor juga menyampaikan apresiasi atas keberlanjutan kerja sama antara Fakultas Biologi UGM dan masyarakat Hargowilis dalam mendukung pembangunan desa berbasis lingkungan.
Perwakilan tim PKM Fakultas Biologi UGM, Mirza Hanif Al Falah, menjelaskan bahwa pengelolaan sampah secara mandiri dapat memberikan manfaat ganda bagi masyarakat.
Menurutnya, pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga berpotensi menghasilkan produk bernilai ekonomi seperti pupuk organik serta mendukung operasional bank sampah.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi pengelolaan sampah berbasis prinsip 5R (Reduce, Reuse, Recycle, Replace, dan Replant) yang disampaikan oleh pendiri Bank Sampah Bumi Sembada, Ria Karyanto. Materi menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumber untuk mengurangi pencemaran lingkungan akibat sampah plastik dan mikroplastik.
Warga juga mengikuti praktik langsung pemilahan sampah organik, sampah ekonomis, dan residu. Selain itu, peserta dilatih membuat pupuk organik menggunakan limbah sayuran, buah-buahan, serta kotoran ternak yang tersedia di lingkungan sekitar.
Sebagai bentuk kampanye pengurangan sampah plastik, tim PKM membagikan tas belanja ramah lingkungan (eco bag) kepada peserta. Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju pola konsumsi yang lebih bertanggung jawab.
Program ini juga mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal melalui pemanfaatan produk ramah lingkungan serta penguatan daya saing Desa Wisata Sermo sebagai destinasi wisata edukatif dan berkelanjutan, sebagaimana diwartakan UGM, Kamis, (18/06/2026).
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat, Desa Wisata Sermo diharapkan mampu berkembang menjadi destinasi yang bersih, produktif, serta memiliki ketahanan lingkungan dan ekonomi yang lebih kuat. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara