Pemuda TTS Dapat Pelatihan dan Peralatan Usaha, Ekonomi Desa Ditarget Menguat

TIMOR TENGAH SELATAN – Upaya memperkuat kemandirian ekonomi pemuda desa terus didorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui program pemberdayaan berbasis potensi lokal. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTT menggelar Intervensi Perangkat Daerah di Desa Huanoni, Kecamatan Nunkolo, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), dengan memberikan pelatihan kreativitas, pendampingan kelompok pemuda, serta bantuan peralatan usaha produktif.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (16/6/2026) itu menyasar pemuda berusia 16 hingga 30 tahun, baik pelajar maupun mahasiswa. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan keterampilan, mendorong lahirnya wirausaha muda, sekaligus memperkuat perekonomian desa melalui pemanfaatan sumber daya lokal.

Kepala Dinas (Kadis) Pemuda dan Olahraga Provinsi (Prov) NTT, Alfons Theodorus, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari strategi Pemprov NTT dalam memperkuat kapasitas generasi muda di kawasan pedesaan.

“Kegiatan ini sebagai langkah awal dalam menciptakan pemuda-pemuda yang produktif, kreatif, mandiri, dan mampu mengembangkan usaha berbasis potensi lokal yang akan bermuara pada terciptanya pemuda kreatif, inovasi dan berjiwa usaha,” ungkapnya, sebagaimana diberitakan Pos Kupang, Kamis (18/06/2026).

Menurutnya, bantuan yang disalurkan harus dipandang sebagai investasi untuk membangun kemandirian ekonomi pemuda desa dan dimanfaatkan secara bertanggung jawab serta berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pelatihan desain fashion berbahan tenun lokal yang diarahkan untuk menghasilkan berbagai produk kreatif seperti suvenir, topi, tas, dan pakaian. Selain pelatihan, dibentuk pula kelompok-kelompok pemuda sebagai wadah pembinaan berkelanjutan.

Ketua panitia kegiatan sekaligus Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Pemuda Dispora NTT, Veneranda Moi, menjelaskan rangkaian kegiatan terdiri atas pelatihan kreativitas, pentas seni, dan penyerahan bantuan kepada kelompok pemuda.

“Kegiatan pertama yakni pelatihan kreatifitas pemuda bidang desain fashion dari bahan tenunan lokal menghasilkan produk aneka souvenir, topi, tas, pakaian.”

“Kedua, Malam pentas kreatifitas pemuda Desa (Pesta rakyat) menampilkan unjuk bakat pemuda desa dan ketiga Penyerahan bantuan kepada kelompok pemuda.”

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha pemuda, Pemprov NTT menyerahkan 13 mesin jahit, 10 mesin obras, dan 13 dinamo mesin listrik kepada kelompok pemuda kreatif Desa Huanoni, yakni Kelompok Mawar, Kelompok Melati, dan Kelompok Nekmese.

Selain menjadi sarana peningkatan keterampilan, program tersebut juga diharapkan mampu mengurangi pengangguran, memperluas lapangan kerja, serta meningkatkan kreativitas generasi muda di pedesaan.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap agar dapat menurunkan permasalahan ekonomi, kesehatan dan lapangan pekerjaan di desa, berkembangnya geliat ekonomi pemuda sehingga pengangguran berkurang dan meningkatnya kreativitas dan inovasi yang mendukung kemandirian pemuda,” jelasnya.

Pemprov NTT berharap hasil pelatihan dapat melahirkan produk kreatif berciri khas daerah yang mampu mengangkat identitas budaya lokal sekaligus memiliki daya saing di pasar yang lebih luas. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Pengurusan SK Kelompok Tani Hutan Dipercepat, Harapan Baru Petani Tuik

PDF 📄BANGKA BARAT – Upaya memperjuangkan akses pupuk subsidi bagi petani sawah di Desa Tuik, …

Sengketa Lahan Desa di Inhil Masuk Meja DPR RI

PDF 📄JAKARTA – Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) memastikan …

Kementan Libatkan KPK dan Aparat untuk Awasi Program Benih Rp10 Triliun

PDF 📄JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat sistem pengawasan program penyediaan dan pengembangan benih perkebunan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *