Banyuwangi Hijau Dorong Perubahan Perilaku Warga Soal Sampah

BANYUWANGI Program pengelolaan sampah terpadu Banyuwangi Hijau (BWH) di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, terus memperluas jangkauan layanan hingga menyentuh 73 desa dan memberikan dampak langsung bagi sekitar 500 ribu warga per April 2026. Ekspansi program ini dinilai menjadi salah satu upaya paling masif dalam membangun sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat di tingkat desa.

Perluasan layanan tersebut tidak hanya berfokus pada pengangkutan sampah, tetapi juga mendorong perubahan perilaku warga dalam memilah dan mengelola sampah dari sumbernya. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyuwangi memperkuat pendekatan terintegrasi mulai dari rumah tangga hingga Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Kepala DLH Kabupaten Banyuwangi, Dwi Handajani, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan sekaligus membentuk kesadaran kolektif masyarakat.

“Banyuwangi Hijau bukan hanya soal pengangkutan sampah, tetapi membangun sistem pengelolaan dari hulu ke hilir. Dengan bertambahnya desa terlayani, kami melihat peningkatan kesadaran masyarakat dalam memisah dan mengelola sampah secara mandiri,” ujarnya sebagaimana dilansir Sumber Berita, Rabu (17/06/2026).

Program ini juga memperlihatkan dampak nyata di lapangan, salah satunya di kawasan bantaran Sungai Binaung, Dusun Krajan, Desa Songgon, Kecamatan Songgon, yang sebelumnya menjadi titik penumpukan sampah. Setelah TPS3R Balak Songgon beroperasi, kawasan tersebut mulai berubah menjadi lebih bersih dan tertata.

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa keberadaan infrastruktur pengelolaan sampah berbasis masyarakat mampu menekan potensi pencemaran lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan warga. Selain itu, sistem TPS3R turut mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA).

DLH Banyuwangi menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak lepas dari keterlibatan masyarakat dalam memilah sampah serta dukungan fasilitas pengelolaan yang memadai di tingkat desa. Ke depan, program BWH diharapkan semakin memperluas cakupan layanan agar seluruh wilayah desa di Banyuwangi dapat terjangkau sistem pengelolaan sampah terpadu.

Dengan capaian tersebut, Banyuwangi Hijau menjadi salah satu model pengelolaan sampah berbasis komunitas yang terus diperkuat sebagai bagian dari agenda lingkungan berkelanjutan di daerah. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Akses Pertanian Lancar, JUT Pematang Balam Resmi Diserahterimakan

PDF 📄BENGKULU UTARA – Pemerintah Desa Pematang Balam, Kecamatan Hulu Palik, Kabupaten Bengkulu Utara, meresmikan …

BPS Gandeng Ketua RT Perkuat Pendataan Ekonomi Majalengka

PDF 📄MAJALENGKA – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Majalengka mulai melaksanakan Sensus Ekonomi (SE) 2026 …

Desa Cantik Jadi Fondasi Pembangunan, Mahasiswa KKN Petakan Kondisi Warga

PDF 📄GRESIK – Penyusunan data sosial ekonomi yang akurat menjadi fondasi penting dalam perencanaan pembangunan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *