Bata Kuno Raksasa di Trenggalek Ungkap Jejak Kerajaan Tertua

TRENGGALEK Temuan struktur bata kuno di Sendang Kamulyan, Desa Kamulan, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur (Jatim), memperkuat dugaan bahwa kawasan tersebut pernah menjadi pusat permukiman penting pada masa kerajaan lampau. Warga setempat mengungkapkan, bata-bata berukuran raksasa telah lama ditemukan di berbagai titik desa, bahkan ada yang mencapai panjang hingga satu meter.

Penemuan terbaru di dasar sungai kawasan Sendang Kamulyan memunculkan kembali berbagai cerita turun-temurun mengenai banyaknya peninggalan sejarah yang tersebar di Desa Kamulan. Selain struktur bata kuno, wilayah tersebut sebelumnya juga dikenal sebagai lokasi ditemukannya Prasasti Kamulan, fragmen arca Durga Mahisasuramardini, lapik arca, batu pipisan, batu lumpang, hingga pecahan artefak terakota.

Salah seorang warga Desa Kamulan, Muhammad Najamudin Purnomo, mengatakan cerita mengenai keberadaan bata kuno dan gerabah telah lama beredar di kalangan masyarakat.

“Jumlahnya sangat banyak tersebar di pekarangan warga,” ujarnya, sebagaimana dilansir Kompas pada Rabu, (17/06/2026).

Menurut Naja, sapaan akrabnya, ukuran bata kuno yang pernah ditemukan warga jauh lebih besar dibandingkan bata bangunan modern saat ini.

“Di area belakang pemukiman dulu jamak ditemukan bata merah raksasa, panjangnya ada yang setengah meter hingga satu meter. Ketebalannya sendiri diperkirakan mencapai 20 sentimeter dengan lebar setengah meter,” katanya.

Ia menjelaskan, pada masa lalu masyarakat belum memahami pentingnya nilai sejarah benda-benda tersebut. Akibatnya, sebagian bata kuno yang ditemukan justru dihancurkan dan dimanfaatkan sebagai campuran material bangunan.

Naja menduga struktur bata yang baru ditemukan merupakan bagian dari sistem pengairan kuno yang menghubungkan sumber mata air dengan kawasan pertanian di sekitar Desa Kamulan.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Kamulan Masruri menilai temuan tersebut semakin memperkuat keyakinan masyarakat mengenai keberadaan pusat kerajaan kuno di wilayah desanya. Berdasarkan cerita para sesepuh, kawasan Sendang Kamulyan diyakini memiliki keterkaitan dengan Kerajaan Kadiri atau Daha.

“Jadi ditengarai oleh para leluhur kita dulu ini adalah kerajaan perpisahan dari Kerajaan Doho Kediri. Jadi memang pusatnya di sini,” ujarnya.

Masruri menyebut pusat Kerajaan Sendang Kamulyan diduga berada di sekitar Balai Desa Kamulan yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi penemuan struktur bata kuno.

“Ini yang sendang kamulyan ini dipercayai sebagai pemandian putri-putri raja,” ucapnya.

Menurutnya, Kerajaan Sendang Kamulyan diperkirakan telah berdiri sejak abad ke-12 atau sekitar tahun 1190 Masehi, lebih awal dibandingkan berdirinya Kerajaan Majapahit pada 1293 Masehi.

“Jika ditelisik zaman eranya Kerajaan Sendang Kamulyan 1190-an Masehi. Yang disusul dengan kerajaan Majapahit kan 1293. Jadi ini lebih dulu. Lebih dulu dari Majapahit,” katanya.

Dengan banyaknya temuan arkeologis yang tersebar di Desa Kamulan, masyarakat berharap penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengungkap sejarah kawasan tersebut sekaligus memperkuat upaya pelestarian warisan budaya yang masih tersimpan di bawah permukaan tanah. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Model Desa Digital Warnasari Dinilai Layak Jadi Rujukan ASEAN

PDF 📄JEMBRANA – Penguatan inovasi berbasis data di tingkat banjar di Kabupaten Jembrana, Bali, kembali …

Gerbang Kantor Desa Klapagading Kulon Tertutup, Aparat Siaga

PDF 📄BANYUMAS – Situasi pelayanan di Kantor Desa Klapagading Kulon, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, kembali …

Desa Grejeg Genjot Layanan Kesehatan Dasar Masyarakat

PDF 📄GRESIK – Pemerintah Desa Grejeg, Kecamatan Tambak, Kabupaten Gresik, terus memperkuat layanan kesehatan dasar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *