Bertahan Hingga Kini, Sedekah Bumi Desa Bogor Baru Tak Lekang Zaman

KEPAHIANG Tradisi Sedekah Bumi yang telah bertahan lebih dari satu abad terus dijaga masyarakat Desa Bogor Baru, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang (Kepahiang). Warisan budaya yang telah berlangsung sejak 1908 itu kembali digelar pada Selasa (16/6/2026) sebagai bentuk rasa syukur atas rezeki, hasil pertanian, dan keselamatan yang diterima masyarakat sepanjang tahun.

Tradisi tahunan tersebut menjadi simbol kuat pelestarian budaya leluhur yang diwariskan oleh para pendatang asal Bogor, Jawa Barat. Meski mengalami sejumlah penyesuaian dalam pelaksanaannya, nilai-nilai kebersamaan dan rasa syukur tetap menjadi inti utama kegiatan.

Pemilik Paguyuban Seni Sunda Mustika Jaya, Iin Ratnasari, mengatakan tradisi Sedekah Bumi telah dijalankan secara turun-temurun dan tidak pernah terputus dari generasi ke generasi.

“Alhamdulillah setiap tahun dari sebelum saya lahir, dari nenek moyang dulu dilaksanakan terus rutin. Hanya ada beberapa rangkaian yang berubah sejak dahulu,” ucap Iin, sebagaimana diberitakan Tribun Bengkulu, Selasa (16/06/2026).

Menurut Iin, pelaksanaan Sedekah Bumi pada masa lalu dilakukan setiap 10 Muharam. Namun, seiring perkembangan masyarakat, tradisi tersebut kini dipusatkan pada 1 Muharam yang bertepatan dengan Tahun Baru Islam.

“Setiap tahun dahulu dalam 10 Muharam, sekarang sudah digelar setiap 1 Muharam,” kata Iin.

Ia menjelaskan, nuansa Sedekah Bumi pada masa lampau berlangsung lebih sakral dengan berbagai pertunjukan budaya khas Sunda, seperti tari jaipongan dan wayang golek. Saat ini, tradisi tersebut berkembang melalui perpaduan budaya Sunda yang dibawa para transmigran dengan budaya lokal Rejang.

“Dahulu sangat sakral dengan sedekah bumi, siang dan malamnya hiburan menggunakan kesenian Sunda seperti tari jaipongan dan wayang golek, karena kita asli transmigrasi dari Bogor, Jawa Barat. Kalau sekarang sudah digabung dengan adat Kutai Rejang,” ungkap Iin.

Perpaduan budaya tersebut menjadikan Sedekah Bumi tidak hanya sebagai tradisi keagamaan dan adat, tetapi juga ruang pertemuan berbagai identitas budaya yang berkembang di Desa Bogor Baru. Masyarakat tetap mempertahankan esensi kegiatan sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan atas nikmat kehidupan yang diberikan.

“Makna dari kegiatan ini adalah bentuk rasa syukur kita terhadap Tuhan atas nikmat dan rezekinya,” jelas Iin.

Karena memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi, masyarakat berharap tradisi yang telah berlangsung sejak 1908 itu dapat terus diwariskan kepada generasi muda agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

“Harapan kita kegiatan ini terus berlanjut, berjalan dan jangan sampai hilang,” pungkas Iin.

Tradisi Sedekah Bumi di Desa Bogor Baru kini menjadi salah satu warisan budaya masyarakat Kepahiang yang tidak hanya menjaga hubungan dengan leluhur, tetapi juga memperkuat identitas budaya lokal melalui semangat kebersamaan dan pelestarian nilai-nilai adat. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Model Desa Digital Warnasari Dinilai Layak Jadi Rujukan ASEAN

PDF 📄JEMBRANA – Penguatan inovasi berbasis data di tingkat banjar di Kabupaten Jembrana, Bali, kembali …

Gerbang Kantor Desa Klapagading Kulon Tertutup, Aparat Siaga

PDF 📄BANYUMAS – Situasi pelayanan di Kantor Desa Klapagading Kulon, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, kembali …

Desa Grejeg Genjot Layanan Kesehatan Dasar Masyarakat

PDF 📄GRESIK – Pemerintah Desa Grejeg, Kecamatan Tambak, Kabupaten Gresik, terus memperkuat layanan kesehatan dasar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *