WONOSOBO – Desa Wisata Patakbanteng di lereng Gunung Prau, Kabupaten Wonosobo (Wonosobo), Jawa Tengah (Jateng), terus memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat setelah resmi menjadi desa binaan program Bakti BCA. Pendampingan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas pariwisata sekaligus memperkuat ekonomi warga melalui pengembangan usaha lokal dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Desa Wisata Patakbanteng sebelumnya berhasil masuk 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Desa ini juga meraih Juara I kategori Resiliensi berkat komitmen masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan, keselamatan wisatawan, dan pengembangan pariwisata berbasis komunitas.
Pasca penghargaan tersebut, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) bekerja sama dengan Kemenparekraf untuk melakukan pembinaan lanjutan melalui program Bakti BCA. Langkah itu diharapkan mampu mendorong Desa Patakbanteng menjadi destinasi wisata unggulan yang berkelanjutan.
Executive Vice President (EVP) Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, mengatakan Desa Patakbanteng memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
“BCA berkomitmen meningkatkan daya tarik wisata dan mengakselerasi perekonomian lokal secara berkelanjutan. Oleh karena itu, kami senantiasa mendorong setiap Desa Bakti BCA untuk menonjolkan karakteristik uniknya,” ujar Hera, sebagaimana dilansir Kontan, Minggu (14/06/2026).
Menurutnya, pendampingan tidak hanya difokuskan pada sektor pariwisata, tetapi juga mencakup penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta perluasan akses pasar bagi masyarakat desa.
Terletak di kawasan Dataran Tinggi Dieng pada ketinggian sekitar 2.565 meter di atas permukaan laut, Desa Patakbanteng dikelilingi Gunung Prau, Gunung Pakuwaja, Gunung Sindoro, dan Gunung Sumbing. Kondisi tersebut menjadikan desa ini memiliki panorama alam pegunungan yang menjadi daya tarik utama wisatawan.
Salah satu destinasi favorit adalah jalur pendakian Gunung Prau yang dikenal dengan pemandangan golden sunrise. Jalur pendakian melalui Patakbanteng juga dinilai ramah bagi pendaki pemula sehingga menjadi pilihan utama wisatawan saat musim liburan.
Tingginya minat wisatawan tercermin dari jumlah kunjungan yang mencapai lebih dari 122 ribu wisatawan sepanjang 2025. Pada masa libur panjang, jumlah kunjungan bahkan dapat melampaui 25 ribu orang. Kondisi tersebut turut menggerakkan roda ekonomi masyarakat melalui penyediaan homestay, kabin, penyewaan perlengkapan luar ruang, warung makan, hingga penjualan produk oleh-oleh khas Dieng.
Saat ini masyarakat mengelola sedikitnya 13 unit homestay dan kabin dengan tarif berkisar Rp250 ribu hingga Rp1 juta per malam. Wisatawan juga dapat menikmati berbagai atraksi seperti Banteng Jeep Adventure serta Wisata Edukasi Carica yang mengenalkan proses budidaya dan pengolahan buah carica sebagai komoditas khas Dieng.
Selain potensi wisata alam, masyarakat Patakbanteng masih mempertahankan berbagai tradisi budaya lokal. Tradisi Baritan Terang Bulan yang digelar setiap bulan Suro menjadi simbol rasa syukur atas hasil panen sekaligus doa keselamatan bagi desa. Masyarakat juga terus melestarikan Tari Patak Lengger yang kerap ditampilkan dalam berbagai kegiatan adat dan festival budaya.
Keberadaan UMKM lokal menjadi salah satu kekuatan ekonomi desa. Produk olahan carica, minuman herbal purwoceng yang dikenal sebagai “Ginseng Jawa”, serta berbagai olahan kentang khas Dieng menjadi produk unggulan yang banyak diminati wisatawan.
Pada 2026, Desa Patakbanteng juga terpilih sebagai lokasi program Genera-Z Berbakti 2026. Melalui program tersebut, mahasiswa akan tinggal bersama masyarakat selama Juli 2026 untuk menjalankan berbagai inovasi sosial yang mendukung pengembangan desa wisata.
Kolaborasi antara sektor perbankan, pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat posisi Desa Patakbanteng sebagai destinasi wisata berkelanjutan yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga desa. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara