Cijulang Siapkan Destinasi Baru, Penataan Sodongkopo Dinilai Mendesak

PANGANDARAN Penataan kawasan wisata di sekitar Jembatan Sodongkopo, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran (Pangandaran), dinilai perlu segera dilakukan agar keberadaan infrastruktur yang viral tersebut mampu mendorong pertumbuhan destinasi wisata baru sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat setempat.

Tokoh masyarakat Cijulang, Opang Abdul Ghofar, menilai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran perlu lebih jeli mengintegrasikan berbagai potensi wisata yang berada di sekitar Jembatan Sodongkopo. Menurutnya, pengembangan kawasan harus dilakukan secara terencana, variatif, dan tetap memperhatikan aspek lingkungan agar mampu menghadirkan destinasi berkelas.

Opang mengatakan salah satu langkah yang perlu dilakukan adalah menata estetika kawasan sekitar jembatan, termasuk keberadaan perahu yang saat ini bersandar di area tersebut. Gagasan itu disampaikannya sebagaimana diberitakan Harapan Rakyat, Sabtu, (13/06/2026).

“Pemandangan di sekitar jembatan yang cantik itu sebaiknya bersihkan dari perahu yang bersandar di sana. Perahu-perahu tersebut harus pindah, bukan di titik itu,” kata Opang, Jumat (12/6/2026).

Sebagai alternatif, ia mengusulkan pemanfaatan tanah kas desa untuk pembangunan kolam perahu yang dapat difungsikan sebagai terminal khusus. Selain itu, sedimentasi di aliran sungai juga perlu ditangani agar kawasan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai lokasi olahraga air.

“Kawasan itu bisa dipakai untuk main kano atau paddle board. Ini akan menghidupkan destinasi baru yang sangat ramai. Apalagi selama ini, pemancing dari luar daerah seperti Tasikmalaya hingga Bandung, titik berangkatnya memang dari Sodongkopo,” lanjutnya.

Menurut Opang, integrasi berbagai objek wisata di Cijulang berpotensi memperluas pilihan aktivitas wisatawan, mulai dari wisata pantai, susur sungai menuju Green Canyon atau Cukang Taneuh, hingga menikmati panorama alam yang menjadi ciri khas wilayah tersebut.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga bentang alam persawahan yang berada di jalur Jembatan Sodongkopo menuju Pantai Batu Karas karena menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

“Jangan hilangkan sawahnya. Biarkan wisatawan menikmati pemandangan sawah. Bagi orang kota, melihat sawah, lalu tidak jauh dari situ langsung melihat laut adalah kontras alam yang sangat bagus dan sangat alami,” tegas Opang.

Di sisi lain, Opang menilai pengelolaan sektor pariwisata di Pangandaran masih membutuhkan peningkatan, terutama dalam mendukung kegiatan berskala internasional yang berpotensi mendatangkan wisatawan dan meningkatkan perputaran ekonomi lokal.

“Waktu ada kompetisi surfing tahun lalu, saya justru tidak melihat kehadiran pejabat Pangandaran. Malah pengurus olahraga tingkat provinsi yang datang ke sini. Sangat disayangkan jika potensi yang jelas menghasilkan perputaran uang bagi pelaku wisata lokal ini kurang mendapat kejelian dan kepekaan dari pemerintah daerah,” ungkapnya.

Ia berharap pembangunan kawasan wisata tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada penguatan ekosistem ekonomi dan pengelolaan destinasi yang berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Transparansi Dipertanyakan, Pembangunan KOPdes di Morotai Disorot

PDF đź“„PULAU MOROTAI – Transparansi pembangunan Gerai Koperasi Desa (KOPdes) Merah Putih di Kabupaten Pulau …

Mahasiswa Vokasi UNAIR Dorong Kesadaran Masyarakat soal Keamanan Penggunaan Obat

PDF đź“„GRESIK – Upaya meningkatkan literasi kesehatan masyarakat terus dilakukan melalui edukasi penggunaan obat yang …

Pemprov Kalsel Dekatkan Layanan Perizinan, Ratusan Kapal Nelayan Terlayani

PDF đź“„KOTABARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) mempercepat legalisasi armada nelayan melalui layanan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *