KUNINGAN – Penguatan ketahanan keluarga dan percepatan penurunan stunting menjadi fokus utama kegiatan Bina Wilayah yang digelar Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kuningan di Desa Sakerta Barat, Kecamatan Darma, Rabu (10/6/2026). Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana evaluasi pelaksanaan 10 Program Pokok PKK di tingkat kecamatan dan desa.
Ketua TP PKK Kabupaten Kuningan, Ela Helayati, melalui sambutan yang dibacakan perwakilannya menekankan bahwa keluarga memiliki peran strategis dalam mencetak generasi berkualitas. Menurutnya, ketahanan keluarga yang kuat menjadi fondasi penting dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari ekonomi, kesehatan hingga pendidikan.
“Ketahanan keluarga harus terus diperkuat. Dari keluarga yang harmonis, sehat dan sejahtera akan lahir generasi yang berkualitas,” ujarnya sebagaimana diberitakan Kuningansatu, Rabu (10/06/2026).
Selain memperkuat ketahanan keluarga, TP PKK Kabupaten Kuningan juga mendorong kader untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah rumah tangga guna mendukung terciptanya keluarga sehat.
Perhatian lain dalam kegiatan tersebut tertuju pada pendidikan anak usia dini. TP PKK menilai Program Wajib Belajar 13 Tahun yang mencakup satu tahun pendidikan prasekolah harus mendapat dukungan seluruh pihak, terutama orang tua.
Menurutnya, masa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan periode emas atau golden age yang berpengaruh besar terhadap perkembangan anak. Karena itu, setiap anak diharapkan memperoleh layanan pendidikan sejak usia dini.
“Jangan sampai ada anak-anak yang tidak mendapatkan pendidikan pra-sekolah. Pada masa inilah karakter, kemandirian dan kemampuan sosial anak mulai dibentuk,” katanya.
TP PKK Kabupaten Kuningan juga mengajak seluruh kader mendukung pelaksanaan PAUD Holistik Integratif (HI) yang mengintegrasikan layanan pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan dan perlindungan anak.
Dalam kegiatan tersebut, upaya pencegahan stunting menjadi salah satu agenda utama. Kader PKK didorong aktif memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang, pemeriksaan kehamilan secara rutin, pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif, serta pemantauan tumbuh kembang anak melalui pos pelayanan terpadu (Posyandu).
Sementara itu, Camat Darma, Denny Rosmayadi, mengatakan kegiatan Bina Wilayah menjadi forum penting untuk mengevaluasi pelaksanaan program PKK sekaligus memperkuat peran organisasi tersebut sebagai mitra pemerintah dalam pemberdayaan keluarga.
“Kegiatan ini menjadi momentum evaluasi 10 Program Pokok PKK sekaligus penguatan peran PKK sebagai mitra pemerintah dalam pemberdayaan keluarga dan masyarakat,” ujarnya kepada wartawan.
Ia mengungkapkan bahwa penanganan stunting di Kecamatan Darma menunjukkan tren positif. Berdasarkan data yang dimilikinya, jumlah kasus stunting yang pada Februari 2026 mencapai sekitar 700 kasus kini menurun menjadi 592 kasus.
“Alhamdulillah terjadi penurunan yang cukup signifikan. Bahkan desa dengan jumlah stunting terendah saat ini adalah Desa Karangsari dengan tujuh kasus,” katanya.
Menurut Denny, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah desa, kader PKK, tenaga kesehatan dan berbagai unsur masyarakat yang terlibat dalam pendampingan warga.
Meski demikian, sejumlah tantangan pembangunan masih dihadapi Kecamatan Darma. Selain stunting, persoalan kemiskinan, infrastruktur dan rumah tidak layak huni masih memerlukan penanganan bersama agar kualitas hidup masyarakat terus meningkat.
“Kecamatan Darma memiliki 19 desa dengan berbagai persoalan yang harus ditangani. Karena itu dibutuhkan dukungan semua pihak, baik pemerintah, lembaga masyarakat, media, akademisi maupun unsur lainnya agar pembangunan dapat berjalan lebih optimal,” pungkasnya.
Melalui kegiatan tersebut, sinergi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kader PKK diharapkan semakin kuat untuk mewujudkan keluarga sehat, mandiri dan sejahtera serta menyiapkan generasi masa depan Kuningan yang lebih berkualitas. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara