Kades Bersertifikat Kebencanaan di Sumut Bakal Terima Insentif

MEDAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menyiapkan insentif tambahan bagi Kepala Desa (Kades) yang berhasil menyelesaikan dan lulus pelatihan kebencanaan. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi memperkuat kesiapsiagaan bencana hingga tingkat desa sebagai garda terdepan penanganan keadaan darurat.

Gubernur Sumut Bobby Nasution menyampaikan bahwa penghargaan tersebut akan diberikan kepada Kades yang memperoleh sertifikat kelulusan dari pelatihan pencarian dan pertolongan di permukaan air yang diselenggarakan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

“Kita akan beri insentif kepada kepala desa yang dinyatakan lulus dan bersertifikat,” kata Bobby setelah membuka Pelatihan Potensi Pencarian dan Pertolongan di Permukaan Air di Kantor Gubernur Sumut, Selasa (9/6/2026), sebagaimana diberitakan Kompas, Rabu (10/06/2026).

Menurut Bobby, peningkatan kapasitas aparatur desa menjadi kebutuhan mendesak mengingat Sumut kerap menghadapi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor. Kesiapan pemerintah desa dinilai sangat menentukan keberhasilan penyelamatan warga pada fase awal sebelum bantuan dalam skala besar tiba di lokasi terdampak.

“Pengalaman berbagai bencana hidrometeorologi melanda Sumut, termasuk banjir dan longsor akhir November 2025, menunjukkan pentingnya kapasitas aparatur desa dalam menghadapi kondisi darurat,” katanya.

Data Pemprov Sumut mencatat bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025 berdampak terhadap 1.803.715 jiwa. Sebanyak 11.209 warga mengungsi, 375 orang meninggal dunia, lima orang mengalami luka-luka, dan 41 orang dinyatakan hilang.

“Bila kita tidak bisa mencegah terjadinya bencana, kita harus bisa paling tidak menyelamatkan jiwa,” tuturnya.

Bobby juga mencontohkan keberhasilan penerapan hasil pelatihan kebencanaan di Kabupaten Tapanuli Selatan. Saat meninjau daerah terdampak banjir dan longsor, ia menemukan wilayah yang mengalami kerusakan cukup parah namun tidak mencatat korban jiwa.

“Lebih dari setengah daerah mereka dihantam banjir dan longsor, tetapi tidak ada korban jiwa, hanya luka-luka. Daerah lain yang berdekatan banyak warganya yang meninggal dunia. Saat saya tanya, kepala desanya mengatakan dia pernah mengikuti pelatihan Basarnas dan menerapkannya saat terjadi bencana,” papar Bobby.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa peningkatan kompetensi aparatur desa dapat memberikan dampak nyata dalam upaya penyelamatan masyarakat saat terjadi bencana.

Sementara itu, Kepala Basarnas Mohammad Syafii menegaskan bahwa penanganan bencana membutuhkan kolaborasi berbagai pihak karena keterbatasan jumlah personel yang dimiliki lembaganya.

“Kami sadar, kami tidak bisa bekerja sendiri. Personel kami hanya 6.500, sedangkan kebutuhan 29.000 seluruh Indonesia. Oleh karena itu, kami terus bersinergi, seperti saat ini perangkat desa. Mereka ujung tombak kita dalam kondisi darurat,” kata Syafii.

Program pelatihan dan pemberian insentif tersebut diharapkan mampu mendorong semakin banyak aparatur desa meningkatkan kemampuan mitigasi dan penanganan darurat, sehingga risiko korban jiwa akibat bencana di Sumut dapat ditekan pada masa mendatang. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Korsleting Listrik Hanguskan 15 Rumah Petani di Desa Jarolia

PDF 📄SUNAMGANJ – Kebakaran yang diduga dipicu korsleting jaringan listrik pedesaan menghancurkan 15 rumah keluarga …

Generasi Muda Monyemiji Mulai Jauh dari Tradisi, Festival Budaya Disiapkan

PDF 📄JUBA – Kekhawatiran terhadap semakin berkurangnya pengetahuan generasi muda mengenai tradisi leluhur mendorong komunitas …

Festival Avenor 2026 Dorong Budaya dan Wisata Ghana

PDF 📄AKATSI – Masyarakat Avenor di Ghana menjadikan Festival Avenortutodoza 2026 sebagai momentum untuk memperkuat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *