Oplus_131072

Tumpeng Sewu Angkat Nama Desa Kemiren sebagai Destinasi Wisata Budaya

BANYUWANGI Tradisi Tumpeng Sewu kembali menjadi magnet budaya di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi (Banyuwangi), dengan menghadirkan ribuan warga dan wisatawan yang memadati jalan desa untuk mengikuti makan bersama dalam suasana penuh kebersamaan. Tradisi tahunan masyarakat Osing tersebut tidak hanya menjadi bentuk rasa syukur, tetapi juga memperkuat identitas budaya lokal yang terus dijaga di tengah perkembangan zaman.

Kegiatan yang digelar pada Kamis (21/5/2026) malam itu mendapat perhatian luas karena melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Ribuan tumpeng disiapkan secara gotong royong oleh warga dan disajikan kepada pengunjung yang datang dari berbagai daerah hingga mancanegara.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menilai tradisi tersebut menjadi salah satu kekuatan budaya yang dimiliki Banyuwangi dan layak terus dipromosikan sebagai warisan lokal.

“Ini adalah bagian kekuatan lokal yang akan terus kita promosikan. Budaya gotong royong seperti ini tidak dimiliki semua daerah. Ini merupakan kelebihan Desa Kemiren yang harus terus dilestarikan,” ujar Ipuk, sebagaimana dilansir Wartatransparansi, Jumat, (22/05/2026).

Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam menyiapkan ribuan tumpeng secara sukarela menunjukkan kuatnya solidaritas sosial yang masih terpelihara di lingkungan masyarakat Osing Kemiren.

Tumpeng Sewu merupakan ritual turun-temurun masyarakat Osing yang digelar setiap tahun menjelang Hari Raya Iduladha sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan atas rezeki yang diterima selama setahun terakhir. Dalam tradisi tersebut, warga menyajikan tumpeng lengkap dengan lauk khas Osing berupa pecel pitik dan aneka lalapan.

Selain menjadi atraksi budaya, kegiatan ini juga memberikan pengalaman tersendiri bagi wisatawan. Adam, wisatawan asal Republik Ceko, mengaku terkesan dengan suasana yang ia rasakan selama mengikuti tradisi tersebut.

“Beruntung saya bisa menjadi bagian dari tradisi ini. Makanannya enak, cocok di lidah. Masyarakatnya juga sopan dan ramah. Saya senang bisa ke sini,” kata Adam.

Kesan serupa disampaikan pengunjung asal Semarang, Ati, yang menilai kerukunan warga menjadi daya tarik utama Desa Kemiren.

“Warganya rukun dan guyub. Masakannya juga lezat. Tadi sampai nambah dua kali,” ujarnya.

Sebelum prosesi makan bersama dimulai, masyarakat lebih dahulu melaksanakan ritual Ider Bumi dengan mengarak barong mengelilingi desa dari dua arah berbeda hingga bertemu di depan Balai Desa Kemiren. Kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang bertujuan memohon keselamatan serta perlindungan dari bencana dan penyakit.

Rangkaian acara juga diisi tradisi mepe kasur dan Mocoan Lontar Yusup yang berlangsung semalam suntuk. Tradisi pembacaan naskah kuno yang mengisahkan Nabi Yusuf tersebut dipercaya masyarakat sebagai bagian dari ritual selamatan dan tolak bala.

Kepala Desa (Kades) Kemiren, Muhammad Arifin, mengatakan seluruh rangkaian tradisi menjadi bentuk syukur masyarakat sekaligus harapan agar kehidupan warga tetap diberikan keselamatan.

“Ini merupakan wujud syukur kami kepada Allah atas limpahan rezeki selama satu tahun, sekaligus doa agar kami selalu diberi keselamatan dan dihindarkan dari bala,” ujar Arifin.

Konsistensi masyarakat dalam menjaga tradisi dan budaya lokal turut mengantarkan Desa Kemiren meraih berbagai penghargaan. Pada 2025, desa tersebut memperoleh The 5th ASEAN Homestay Award dalam ajang ASEAN Tourism Award di Malaysia. Pada tahun yang sama, Desa Kemiren juga masuk jaringan desa wisata terbaik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta meraih juara II Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 kategori Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia (SDM) dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (RI). []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Festival Budaya Kampung di Jepara Satukan Seni, Literasi dan Gotong Royong

PDF đź“„JEPARA – Tradisi rakyat yang tumbuh di lingkungan pedesaan kembali dihidupkan melalui Festival Memeden …

Keamanan Desa Merakan Diperkuat Melalui Patroli Dialogis Polisi

PDF đź“„LUMAJANG – Kepolisian Resor (Polres) Lumajang terus memperkuat sistem keamanan berbasis partisipasi masyarakat melalui …

Bhabinkamtibmas Dengarkan Keluhan Warga Demi Cegah Gangguan Kamtibmas

PDF đź“„BANDUNG – Upaya memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat di tingkat desa terus dilakukan melalui …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *