BUMDes Kemudo Jadi Contoh Desa Mandiri Berbasis Inovasi dan Ekonomi Lokal

KLATEN – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kemudo Makmur di Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten (Klaten), Jawa Tengah berhasil membangun kemandirian ekonomi desa melalui pengolahan limbah palet kayu menjadi produk bernilai jual tinggi. Bahkan, produk peti kemas hasil unit usaha Sarana Makmur kini telah menembus pasar internasional hingga Peru, Amerika Selatan.

Keberhasilan tersebut turut mendongkrak Pendapatan Asli Desa (PADes) Desa Kemudo. Pada periode 2024-2025, lima unit usaha yang dikelola BUMDes Kemudo Makmur mencatat omzet sekitar Rp14 miliar dengan laba bersih mencapai Rp4,2 miliar. Dari jumlah itu, sekitar Rp1,5 miliar disetorkan ke PADes, melampaui Dana Desa (DD) yang diterima desa sebesar Rp1,3 miliar.

Direktur Utama (Dirut) BUMDes Kemudo Makmur, Isa Ansori, mengatakan capaian tersebut membuat desa tidak lagi terlalu bergantung pada transfer anggaran dari pemerintah pusat.

“Jadi desa kami sekarang enggak begitu pusing dengan pemotongan Dana Desa. Kita bisa bilang Desa Kemudo sudah mandiri lewat unit-unit usahanya,” urai Isa.

Salah satu penopang utama pendapatan BUMDes berasal dari Sarana Makmur yang mengolah limbah palet kayu, drum, dan Intermediate Bulk Container (IBC) menjadi furnitur, kerajinan, hingga peti kemas untuk kebutuhan industri.

Penanggung jawab Sarana Makmur, Sisyanto, menjelaskan pihaknya secara rutin menerima pesanan custom pallet dari berbagai perusahaan di Indonesia. Produk peti kemas yang diproduksi juga telah diekspor ke Peru melalui pihak ketiga.

“Setidaknya itu sebulan sekali untuk ke Peru sebanyak 20–30 pieces. Terus setiap dua minggu kirim lokalan Indonesia. Yang Peru kualitasnya kita sesuaikan karena punya standar tinggi kelas internasional. Perlakuan khususnya diamplas dan diberi anti rayap,” ujar Sisyanto, sebagaimana diberitakan Tribunnews, Jumat (22/05/2026).

Menurut Sisyanto, Sarana Makmur mampu mengolah sekitar 400 hingga 500 palet bekas setiap bulan menjadi berbagai produk bernilai ekonomi. Selain meningkatkan pendapatan desa, usaha tersebut juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga setempat dan membantu mengurangi angka pengangguran.

Keberhasilan Desa Kemudo semakin dikenal setelah meraih peringkat ketiga Program Desa BRILiaN pada 2021. Penghargaan tersebut memperluas akses promosi desa dan meningkatkan permintaan terhadap produk-produk yang dihasilkan BUMDes.

“Desa Kemudo itu di mana, sih? Awalnya belum banyak yang tahu, tapi mulai dikenal setelah BRILiaN. Dampaknya pun terasa, penjualan ikut naik dan peluang semakin terbuka,” kata Sisyanto.

Dampak ekonomi usaha desa juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Sebanyak 1.876 Kepala Keluarga (KK) tercatat sebagai pemilik saham BUMDes dengan porsi kepemilikan 40 persen, sementara 60 persen dimiliki pemerintah desa. Setiap tahun warga menerima pembagian hasil usaha, termasuk voucher belanja di toko milik desa dan transfer tunai ke rekening masing-masing.

“Akhirnya uangnya muter-muter di situ saja. Ini membuat warga juga ikut merasa memiliki BUMDes Kemudo,” terang Isa.

Selain itu, seluruh 1.876 KK juga didaftarkan sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan yang iurannya ditanggung BUMDes sekitar Rp300 juta per tahun.

“Jadi warga langsung menerima manfaatnya. Program ini bisa berjalan hingga sekarang sebagaimana amanah dari almarhum Kades kami Bapak Hermawan Kristanto,” tandas Isa.

Sementara itu, Social Entrepreneurship and Incubation Division Head PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), Evi Sulistiawati, mengatakan Program Desa BRILiaN dirancang untuk menciptakan desa-desa mandiri melalui penguatan BUMDes, digitalisasi, keberlanjutan, dan inovasi.

“Program ini juga bentuk komitmen BRI dalam mendukung Asta Cita pemerintahan yang menekankan pembangunan dari desa untuk mencapai pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan,” kata Evi.

BRI mencatat hingga 2026 terdapat 5.245 desa yang telah bergabung dalam Program Desa BRILiaN. Tahun ini, BRI menargetkan penambahan 1.000 desa peserta baru guna memperkuat pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal dan mendorong lahirnya lebih banyak desa mandiri di Indonesia. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Festival Budaya Kampung di Jepara Satukan Seni, Literasi dan Gotong Royong

PDF đź“„JEPARA – Tradisi rakyat yang tumbuh di lingkungan pedesaan kembali dihidupkan melalui Festival Memeden …

Keamanan Desa Merakan Diperkuat Melalui Patroli Dialogis Polisi

PDF đź“„LUMAJANG – Kepolisian Resor (Polres) Lumajang terus memperkuat sistem keamanan berbasis partisipasi masyarakat melalui …

Bhabinkamtibmas Dengarkan Keluhan Warga Demi Cegah Gangguan Kamtibmas

PDF đź“„BANDUNG – Upaya memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat di tingkat desa terus dilakukan melalui …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *