Dari Gula Aren hingga Bakso Ikan, KDMP Lebak Gerakkan Ekonomi Desa

LEBAK – Penguatan ekonomi desa di Kabupaten Lebak (Lebak), Provinsi Banten, mulai menunjukkan hasil dengan beroperasinya 78 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang mengelola berbagai usaha berbasis potensi lokal. Kehadiran koperasi tersebut tidak hanya menjadi wadah bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tetapi juga mendorong perputaran ekonomi langsung di tingkat desa.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak terus mendorong pengembangan KDMP agar mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi pedesaan. Dari total 344 KDMP yang telah dibentuk, sebanyak 78 koperasi sudah menjalankan berbagai unit usaha yang disesuaikan dengan potensi masing-masing wilayah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Lebak Imam Suangsa mengatakan produk-produk UMKM lokal kini mulai terserap melalui gerai koperasi yang beroperasi di desa.

“Produksi UMKM bisa memenuhi gerai koperasi, sehingga menggulirkan perputaran uang di desa itu,” katanya, sebagaimana diberitakan Koran Jakarta, Rabu (20/05/2026).

Berbagai produk unggulan masyarakat desa dipasarkan melalui KDMP, mulai dari keripik ubi, stik singkong, rempeyek, roti, pisang sale, hingga produk olahan perikanan seperti bakso ikan, abon ikan, dan kerupuk ikan. Selain itu, koperasi juga menampung komoditas hasil perkebunan, pertanian, peternakan, dan perikanan yang menjadi andalan masyarakat setempat.

Menurut Imam, koperasi yang telah beroperasi rata-rata mengelola tujuh unit usaha, antara lain kantor koperasi, kios sembilan bahan pokok (sembako), layanan simpan pinjam, klinik kesehatan desa atau kelurahan, apotek desa atau kelurahan, sistem pergudangan atau cold storage, serta sarana logistik.

Ia menjelaskan seluruh KDMP yang berjalan saat ini masih mengandalkan modal mandiri yang berasal dari simpanan pokok dan simpanan wajib anggota.

“Semua KDMP itu belum menerima penyertaan modal dari PT Agrinas Nusantara Pangan,” katanya menjelaskan.

Sementara itu, Ketua KDMP Desa Pondok Panjang, Aep Saepudin, menyebut koperasi yang dipimpinnya berfokus mengembangkan usaha berbasis potensi lokal desa. Dari 294 anggota yang tergabung, sebagian besar bergerak di sektor produksi emping kaceprek, gula aren, sale pisang, dan bakso ikan.

Produksi gula aren dan emping kaceprek yang dihasilkan anggota koperasi bahkan telah dipasarkan ke berbagai wilayah di Banten. Nilai transaksi dari komoditas tersebut diperkirakan mencapai Rp400 juta per bulan dengan volume produksi sekitar 10 ton setiap bulan.

“Kami mendorong agar koperasi itu tumbuh dan berkembang sehingga dapat menciptakan perekonomian baru bagi masyarakat pedesaan,” kata Aep.

Keberadaan KDMP di Lebak diharapkan semakin memperkuat kemandirian ekonomi desa, memperluas pasar bagi produk lokal, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan usaha yang berbasis potensi wilayah masing-masing. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Jalan Tani Baru di Ubud Jadi Motor Penggerak Aktivitas Pertanian Desa

PDF 📄GIANYAR – Pembangunan infrastruktur pertanian di Desa Sayan, Kecamatan Ubud, mulai memberikan manfaat nyata …

Jalan Desa Krangean Kini Lebih Nyaman, Distribusi Hasil Pertanian Makin Mudah

PDF 📄PURBALINGGA – Pembangunan jalan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 di Desa …

Hujan Deras Picu Longsor, Jalan Utama Penghubung Dua Desa di Cirebon Terputus

PDF 📄CIREBON – Akses utama penghubung Desa Karangwuni dan Desa Sedong Kidul di Kecamatan Sedong, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *